Selasa, 11 Mei 2010 13:10 WIB News Share :

Korban pemukulan, kamerawan SCTV malah jadi tersangka

Jakarta–Meski menjadi korban tindak kekerasan dari sejumlah oknum Pengadilan Negeri (PN) Ambon, kamerawan SCTV, Juhri Samanery justru ditetapkan sebagai tersangka.

Maluku Media Centre pun akan memberikan bantuan advokasi. “Saya tadi baru dapat kabar, kalau jurnalisnya itu yang jadi korban, sudah dijadikan tersangka,” kata Direktur Eksekutif LBH Pers, Hendrayana usai launching buku¬† Riset Peradilan Pers di Indonesia di Hotel Akmani,¬† Jakarta, Selasa (11/5).

Menurut Hendra, ada yang aneh dan ganjil dalam penetapan tersangka. Korban pemukulan dijadikan tersangka, padahal korban sedang menjalankan tugasnya sebagai jurnalis. “Jelas-jelas dia babak belur, dipukuli. Padahal dia sedang menjalankan tugasnya sebagai pers,” ujarnya.

Hendra mengatakan, yang melaporkan korban kemungkinan dari pihak pengadilan. Kemudian, polisi langsung menetapkan korban sebagai tersangka. “Jangan mentang-mentang dari pengadilan, terus polisi langsung menetapkan jadi tersangka,” jelasnya.

Hendra menjelaskan kesalahan justru ada di pihak pengadilan yang jelas-jelas melakukan kekerasan. Pelarangan liputan di tempat umum sudah melanggar UU. “Jadi memang ada keganjilan. Maluku Media Centre akan back up memberikan advokasi,” ungkapnya.

Sebelumnya, sejumlah wartawan termasuk Koresponden SCTV di Ambon Juhri Samaneri dianiaya oleh sejumlah karyawan pengadilan Negeri Ambon, Jumat (7/5).

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…