Senin, 10 Mei 2010 17:01 WIB Ekonomi,Solo Share :

Salah tangkap, razia di pasar Cinderamata ribut

Pasar Kliwon (Espos)–Razia pedagang bermobil di lahan parkir Pasar Cinderamata, Senin (10/5) pagi kembali berujung keributan. Salah satu utusan pedagang kios nyaris dihakimi massa lantaran tertangkap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat menyetor dagangan ke kios.

Razia dilakukan Satpol PP bersama Dinas Pengelola Pasar (DPP) dan Satpam pasar sejak pagi pukul 05.00 WIB. Razia semula berjalan aman dan tertib tanpa gejolak berarti. Namun, sekitar pukul 08.30 WIB keributan tiba-tiba meletus.

Kejadian bermula saat salah seorang penarik becak ketahuan membawa barang dagangan dari mobil dan masuk ke dalam Pasar Cinderamata. Hal itu smembuat curiga Satpol PP dan Satpam pasar. Kecurigaan semakin kuat ketika pengayuh becak terus berbelit-belit saat ditanya soal barang yang diangkut tersebut. Tanpa banyak alasan, Satpol dan Satpam pun langsung menangkap dan mengamankan barang dagangan tersebut.

Aksi pengamanan barang ini langsung memicu perhatian seratusan pedagang bermobil dan mengerumuni penarik becak. Apalagi, setelah diketahui bahwa penarik becak tersebut adalah utusan salah satu pedagang kios yang selama ini berseberangan dengan pedagang bermobil.
“Langsung saja didenda Rp 50 juta dan masukkan bui 3 bulan,” celetuk pedagang bermobil saat itu.

Salah satu pedagang kios yang mengutus penarik becak, Fatkhurohman langsung memberikan penjelasan di lokasi penangkapan. Dia menegaskan, barang yang diangkut pengayuh becak tersebut merupakan barang pesananannya langsung dari Pekalongan. Meski demikian penjelasan Fatkkurohman terus dibantah pedagang mobil dan Satpol PP.

Dia lantas menunjukkan nota dan surat-surat resmi dari produsen yang tersimpan di dalam barang, akhirnya Satpol PP yang dipimpin Kasi Penegak Perda, Sutarja bisa meyakininya dan dilepas. Kerumunan pedagang bermobil pun buyar meski dengan kekecewaan karena menilai Satpol PP tebang pilih dalam menertibkan.

asa

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…