Senin, 10 Mei 2010 11:20 WIB Ekonomi Share :

Berita Sri Mulyani reda, Rupiah menguat tajam

Jakarta— Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank perdagangan awal pekan ini membaik, setelah pada akhir pekan lalu terkoreksi cukup dalam. Berita mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani telah membuat rupiah terkoreksi tajam mendekati level Rp 9.300 dari sebelumnya Rp 9.000 per dolar Amerika Serikat.

Dalam transaksi valuta asing Bloomberg, pukul 08.35, rupiah ditransaksikan pada level Rp 9.162 per dolar AS. Menguat 53 poin atau 0,58 persen dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya. Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia akhir pekan lalu berada pada level Rp 9.293 per dolar AS.

Pengamat valuta asing dari PT Bank CIMB Niaga Emmanuel Krisnijayanto mengatakan, membaiknya nilai tukar rupiah dipicu menguatnya nilai tukar euro. “Penjagaan euro telah membuat investor percaya diri,” jelasnya, Senin (10/5).

Dia mengatakan, pergerakan rupiah atas dolar AS awal pekan ini masih didominasi faktor-faktor global. Berita mundurnya Sri Mulyani sudah tidak lagi menjadi sentimen pasar. Karena itu rupiah berpeluang menguat hingga Rp 9.100 per dolar AS.

Pada jam yang sama, yen Jepang tengah melemah 1,11 persen ke 92.6050 per dolar AS. Sedangkan dolar Singapura dan dolar Hong Kong menguat masing-masing 0,78 persen ke 1,3849 per dolar AS dan menguat 0,07 persen ke 7,7769 per dolar AS.

Sementara itu nilai tukar euro terhadap dolar AS pagi ini menguat 0,84 ke US$ 1,2862 per euro, dan poundsterlingĀ  menguat 0,29 persen ke US$ 1,4847 per pound.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…