Minggu, 9 Mei 2010 10:50 WIB Sport Share :

Puncak kejutan Martinez Sanches di Italia Terbuka

Roma–Petenis non-unggulan asal Spanyol, Maria Jose Martinez Sanches, menuntaskan kejutannya di turnamen lapangan tanah liat Italia Terbuka. Petenis peringkat 26 dunia itu di luar dugaan tampil sebagai juara setelah menundukkan petenis Serbia, Jelena Jankovic, 7-6, 7-5, di partai final yang berlangsung, Sabtu (8/5) waktu setempat.

Sanches begitu emosional menyambut gelar pertamanya di Italia Terbuka sekaligus gelar ketiga sepanjang karirnya di WTA Tour. Petenis kidal ini juga menyatakan kemenangannya di Italia memang sukar dipercaya.  “Ini adalah turnamen yang sukar dipercaya untukku,” kata Sanchesz. “Apa yang bisa kukatakan? Ini luar biasa,” ucapnya.

Petenis berusia 27 tahun itu mengawali perjalanannya menuju juara dengan menundukkan petenis tuan rumah peringkat tujuh belas dunia, Fransesca Schiavone, di babak pertama. Ia kemudian berturut-tuturt menundukkan petenis peringkat dua dunia asal Denmark, Caroline Wozniacki, di babak kedua. Selanjutnya giliran Luice Safarova asal Republik Cek yang ia tundukkan di babak perempat final. Dan di semi final, Sanches menundukkan mantan ratu tenis dunia asal Serbia, Ana Ivanovic.

Sementara Jankovic, peringkat tujuh dunia, hanya bisa memuji Sanches. “Dia bermain sangat bagus,” kata Jankovic. “Dia sangat membunuhku dengan semua drop shotnya,” lanjutnya.

Melawan Sanchez, Jankovic gagal menampilkan permainan luar biasa seperti yang ia tunjukkan saat menundukkan dua petenis top Amerika Serikat, Venus Williams di permpat final, dan Serena Williams di babak semi final. Petenis yang sempat merasakan peringkat pertama dunia di bulan Agustus 2008 ini malah tampak kebingungan menghadapi Sanches yang punya gaya aneh lewat pukulan-pukulan drop shot.

Sanches langsung memimpin 4-1 dan 5-2 di set pertama sebelum servisnya yang buruk membuat Jankovic berhasil mengejar. Jankovic nampak percaya diri ketika Sanches terlihat gugup saat tinggal membutuhkan satu game. Jankovic kemudian balik memimpin 6-5, namun dalam permainan tie break itu, Sanches kembali menemukan ritme permainannya untuk menang.

Di set kedua, kedua petenis bermain ketat. Setelah unggul di game pertama, Sanches dikejar Jankovic di game keenam dan kedudukan menjadi 3-3. Jankovic terus melaju hingga memimpin 5-3. Namun Sanches berhasil menahan dan mengejar hingga akhirnya meraih kemenangan tak terduga yang disambut sekitar sepuluh ribu penonton di Stadion Floro Rico.

“Kunci kemenanganku adalah bertarung dan bertarung sampai akhir,” kata Sanches mengomentari suksesnya di Italia.

tempointeraktif/ tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…