Minggu, 9 Mei 2010 08:45 WIB Sport Share :

Klimaks rivalitas Chelsea-MU

London (Espos)–Persaingan sengit dua raksasa Liga Premier, Manchester United (MU) dan Chelsea, memasuki babak akhir. Partai penutup musim, Minggu (9/5), bakal menjadi penentu siapa sesungguhnya sang kampiun sejati.

Chelsea masih memipin klasemen dengan keunggulan satu poin atas United. Di partai pamungkas, The Blues bakal menjamu Wigan Athletic di Stadion Stamford Bridge, sedangkan Setan Merah kedatangan Stoke City di Old Trafford. Hasil dua laga krusial itu bakal menentukan, tim mana yang bakal berpesta atau berduka di akhir drama panjang Liga Premier.

Balapan juara musim ini salah satu yang terketat dalam beberapa tahun belakangan. Hanya dua kali dalam tempo 11 tahun, pemilik mahkota juara harus diburu hingga partai pamungkas.  Kemanakah Dewi Fortuna berpihak?

Posisi Didier Drogba cs di atas angin. Kemenangan kontra Wigan bakal berbuah gelar juara, apapun hasil di Old Trafford. Namun kubu The Blues tetap harus waspada. Filosofi bola itu bundar harus selalu dicamkan. Kejutan pahit bakal mendera jika pasukan Stamford Bridge lengah.

Meski demikian, aura optimisme menyelimuti Stamford Bridge. Kinerja sepanjang musim dan catatan statistik menjadi sumber kepercayaan diri The Blues, kendati Wigan berjanji bakal tampil ‘all out’.  The Latics sebelumnya berkoar bakal menyulitkan Chelsea, seperti pada pertemuan pertama ketika mereka menang 3-1. Wigan juga sadar jarang-jarang kiprah mereka menjadi pusat perhatian jutaan pasang mata pecinta sepak bola.

“Tak seorang pun di sini berpikir tentang hal selain kemenangan. Kegagalan akan menjadi bencana. Bagi saya, kekalahan akan menjadi pukulan terbesar sepanjang karier. Tetapi dengan suporter di belakang kami, mustahil kami gagal,” ungkap pemain Chelsea, Florent Malouda, seperti dilansir dailymail.co.uk, Sabtu (8/5).

“Jika menganalisa angka dan statistik musim ini, maka Chelsea layak menjadi juara. Tapi kami masih harus menang untuk mengkonfirmasi pencapaian. Kami akan melupakan rasa gugup dan bakal bermain dengan cerdik dan sabar. Saya benar-benar yakin kami akan juara,” sambung dia.

Merasa inferior, kubu United hanya bisa berharap pertolongan The Latics, julukan Wigan untuk membukukan rekor juara empat kali beruntun. Kemenangan dengan skor berapapun bakal sia-sia jika Chelsea juga memetik angka sempurna atas Wigan.

“Semua ini tak tergantung pada kami. Jelas kami berharap Wigan bisa melakukan sesuatu. Tetapi kami fokus dengan pertandingan sendiri. Ini partai terakhir kami di depan suporter dan kami ingin menyuguhkan penampilan apik. Apapun yang terjadi, maka terjadilah,” ungkap defender United, Nemanja Vidic, seperti dilansir skysports.com.

Mengingat kans Chelsea lebih besar, otoritas Liga Premier membawa trofi asli ke Stamford Bridge. Adapun Old Trafford hanya kebagian trofi replika.

yms

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…