Minggu, 9 Mei 2010 16:20 WIB News Share :

Kasus cikungunya di Pacitan tergolong KLB

Pacitan–Kasus penyakit cikungunya di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, tergolong Kejadian Luar Biasa (KLB). Data dari 25 Puskesmas sejak Januari hingga awal Mei 2010, total penderita cikungunya sudah mencapai 2.852 orang. Padahal tahun 2009 lalu total penderita cikungunya hanya 44 orang.

Hal tersebut diungkapkan  Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3L) Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Hendra Purwaka, Minggu (9/5).

Kasus terbanyak di antaranya terjadi di Puskesmas Tulakan dengan 801 kasus, Wonokarto 464 kasus, Kerto Wonodisi 365 kasus, Bubakan 274 kasus, Sukorejo 250 kasus, dan Kebonagung 200 kasus.

“Masyarakat harus mengantisipasi penyebaran penyakit ini dengan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” tegasnya.

Hendra menjelaskan gerakan PSN dapat dilakukan dengan melakukan 3M antara lain menutup, menguras, dan mengubur lokasi atau barang yang berpotensi jadi sarang nyamuk Aedes Aegypti .

Selain chikungunya, juga masih ditemukan adanya Demam Berdarah Dengue (DBD). Data Dinas Kesehatan setempat menyebutkan untuk kasus DBD masih didominasi wilayah kota seperti di Puskesmas Tanjungsari, Kecamatan Pacitan, dengan 144 kasus, Puskesmas Pacitan 51 kasus, Arjosari 34 kasus, Kebonagung 29 kasus, dan lain-lain. Total kasus DBD di Pacitan sejak Januari hingga awal Mei ini mencapai 364 kasus.

tempointeraktif/ tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…