Minggu, 9 Mei 2010 16:46 WIB News Share :

Jeritan hati Misbakhun dari balik jeruji besi

Jakarta–Misbakhun, tersangka kasus L/C Bank Century kini ditahan di Bareskrim Mabes Polri. Politisi PKS ini mencurahkan isi hatinya lewat sebuah surat elektronik.

Isi curahan hati Misbakhun yang dikirim ke detikcom, Minggu (9/5), menceritakan tentang hari-harinya di penjara. Sembari menunggu waktu disidang, pria asal Pasuruan, Jawa Timur tersebut merangkai kalimat-kalimat indah. Berikut curahan hati Misbakhun:

Matahari terbit terakhir yang bisa saya saksikan adalah matahari terbit tanggal 26 April 2010 walaupun saya menyaksikan sebagai sebuah hal kegiatan rutin biasa seperti saya melewati hari-hari sebelumnya. Begitu juga itulah hari terakhir saya menyaksikan cakrawala, batas langit pagi itu.

Siapa yang akan menyangka bahwa periode tersebut adalah matahari terbit terakhir yang saya saksikan. Cakrawala terakhir yang saya pandang. Karena perjalanan waktu berikut adalah sebuah episode dimana matahari terbit, indahnya langit biru, warna lembayung cakrawala di kala senja, gemuruh hujan, teriknya matahari, gelapnya malam, redupnya sinar bulan sudah tidak bisa saya saksikan sebagai sebuah rutinitas. Menjadi sebuah hal yang indah ketika dibayangkan sebagai sebuah kenangan, sebagai sebuah hasrat karena kita sudah dalam keadaan yang tidak bisa merasakan.

26, 27, 28, 29, 30,…6, 7, 8, 9… Adalah sebuah deretan angka kalender bagi saya. Akan saya lewati sebagai sebuah perjalanan waktu dan perjalanan waktu dengan makna lebih. Keterbatasan ruang bukanlah sebuah pengekang atas imajinasi dan pemikiran manusia.

Mata manusia bisa dipuaskan oleh buaian pandangan indah matahari terbit, redupnya sinar matahari terbenam di batas cakrawala dan temaram sinar rembulan di gelapnya malam.

Imajinasi pemikiran manusia tidak akan pernah bisa dibatasi oleh sebuah tembok penyekat dalam bentuk apapun. Apakah itu sebuah ruang yang bernama penjara ataulah sebuah ruang isolasi. Karena sejatinya imajinasi pemikiran manusia adalah hakikinya milik sejati manusia yang paling tidak bisa disentuh oleh siapapun. Melekat dalam jasad bersama bersatunya roh. Pemiliknya Sang Khalik.

Akal manusia tidak pernah bisa menjangkau imajinasi pemikiran manusia. Itu adalah kekuasaan Tuhan yang ada dalam dunia riil manusia. Kata Tuhan, pelajarilah semua ciptaan-Ku tapi jangan pernah kamu mempelajari kekuasaan-Ku. Limit dan batas pembelajaran telah diberi

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…