Minggu, 9 Mei 2010 13:15 WIB News Share :

Hasil UN rendah, NTT kebagian Dana Intervensi Pendidikan

Kupang–Hasil Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang rendah di Nusa Tenggara Timur  menjadi faktor pertimbangan pemerintah pusat memberikan dana intervensi peningkatan mutu pendidikan.

Ketua Panitia ujian nasional Provinsi NTT, I Nyoman Mertha Yasa mengatakan, dirinya bersama utusan dari 16 provinsi lainnya belum lama ini dipanggi Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad Nuh. “Ada 17 provinsi yang dipanggil oleh Menteri Pendidikan Nasional terkait rendahnya hasil UN,” kata Nyoman di Kupang, Minggu (9/5).

Pemanggilan tersebut, menurut dia, untuk melaporkan persoalan yang dihadapi setiap provinsi agar dianalis oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Setelah melakukan analisa, pemerintah pusat akan membantu dana untuk mengatasi masalah tersebut.

Pada pengumuman UN tingkat SMA/SMK/MA pada 26 April lalu, diketahui NTT mengalami penurunan sebesar 21,31 persen, dari hampir 70 persen pada 2009, menjadi 47,92 persen pada 2010. Hasil tersebut menempatkan NTT pada nomor urut buntut dari 33 provinsi di Indonesia.

Sedangkan, pada pengumuman UN tingkat SMP/MTS, persentase kelulusan menurun 10,13 persen dibandingkan dengan tahun 2009 atau dari 70 persen lebih menjadi 60 persen lebih. Nyoman mengatakan, ia hanya mendapat penjelasan bahwa NTT bersama 16 provinsi lainnya akan mendapat dana intervensi, namun tidak diketahui besaran nilai dana tersebut.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, memberikan keterangan di Jakarta bahwa, pihaknya mengalokasikan dana senilai Rp 100 miliar untuk intervensi penanganan pendidikan di daerah-daerah yang hasilnya UN-nya rendah.

Menteri Pendidikan Nasional menyebutkan dana itu akan digunakan untuk penataan tenaga guru dan membenahi persoalan yang menjadi kendala dalam peningkatan mutu pendidikan di setiap provinsi.

tempointeraktif/ tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…