Sabtu, 8 Mei 2010 10:51 WIB Hukum Share :

Usai pesta Miras, 7 ABG pecahkan kepala mahasiswa

Surabaya–Mengaku kesal usai dipalak orang, seorang anak baru gede (ABG) mengajak enam temannya memalak seorang mahasiswa. Tak hanya memalak, tujuh ABG itu juga menghajar korbannya hingga kepalanya pecah.

Empat dari tujuh ABG tersebut berhasil ditangkap anggota reskrim Polsek Jambangan. Mereka adalah Yayan Ahmad, 17 tinggal di Jambangan gang Kebon Agung; Moch Al Hasbi, 16 tinggal di Simowau Baru, Taman, Sidoarjo; Syamsul Arifin, 17, tinggal di Kebonsari, dan Moch Soleh, 17, tinggal di Pagesangan, Surabaya.

“Dua dari tujuh ABG tersebut masih sekolah di bangku SMK. Salah satunya ya Al Hasbi itu. Sementara seorang pelajar lagi masih buron bersama dua ABG lainnya,” ujar Kapolsek Jambangan AKP Mulyadi Setiyawan, Jumat (7/5).

Korban dari tujuh ABG ini adalah Ongky Wijaya, 24, mahasiswa UPH yang tinggal di Keputih Timur, Surabaya. Akibat peristiwa tersebut, korban tak hanya kehilangan HP miliknya, tapi juga mengalami luka di kepalanya. “Kepala korban terluka akibat dipukul sekok oleh tujuh ABG ini. Akibatnya korban mendapat 5 jahitan di kepalanya,” tambah Mulyadi.

Mulyadi menuturkan, perampasan sekaligus penganiayaan ini terjadi di sekitar Masjid Al Akbar Surabaya. Waktu itu korban berboncengan dengan kekasihnya mengendarai motor. “Saat di TKP, motor korban dipotong oleh 7 ABG yang mengendarai 3 motor. Selanjutnya ketujuh ABG ini langsung merampas HP korban dan menghajar korban,” kata Mulyadi.

Tentu saja kekasih korban menjerit histeris. Kekasih korban ini lalu berteriak minta tolong. Kebetulan teriakan ini didengar anggota reskrim Polsek Jambangan yang sedang patroli di sekitar lokasi. “Karena anggota hanya seorang, maka anggota saya hanya berhasil menangkap satu ABG yakni Hasbi. Selanjutnya dilakukan pengembangan berhasil menangkap tiga ABG lainnya,” terang Mulyadi.

Otak dari perampasan dan penganiayaan ini adalah Syamsul Arifin. Kepada penyidik, Syamsul mengaku memalak karena balas dendam karena pernah dipalak orang. Kepada penyidik, Syamsul mengakui sebelum memalak dan menghajar korban, terlebih dahulu pesta miras di kawasan Pegasangan. Kini, keempat ABG tersebut dilimpahkan ke Polwiltabes Surabaya guna dilakukan penahanan.

inilah/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…