Sabtu, 8 Mei 2010 20:36 WIB Pilkada,Boyolali Share :

Panwaslu Boyolali
Waspadai pemilih ganda

Boyolali (Espos)–Panwaslu Boyolali menemukan adanya indikasi akan munculnya pemilih ganda pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Boyolali, Minggu (9/5). Munculnya indikasi ini perlu diwaspadai oleh pihak penyelenggara Pilkada hingga tim pengawas.

“Saya sudah menyurati KPU, agar tetap menjalankan perannya sebagai penyelenggara Pilkada dengan baik dan konsisten menjalankan undang-undang,” kata Puspaningrum saat ditemui Espos, Jumat (7/5).

Ia mengatakan ada sejumlah celah pada pelaksanaan yang dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk berbuat kecurangan. Puspaningrum mencontohkan adanya sejumlah warga di daerah tertentu yang menolak mencelupkan jarinya pada tinta. “Masih ada yang seperti itu, mereka berasalan karena ada keyakinan yang melarangnya,” tambah Puspaningrum.

Selain itu, Panwaslu juga menyoroti kualitas tinta yang digunakan untuk penanda pada jari pemilih. Ia mengaku belum mendapat kesempatan untuk memeriksa kualitas tinta tersebut.
“Panwascam dan panitia pemantau di lapangan harus waspada dengan kondisi ini, bisa saja tintanya mudah dihilangkan. Kondisi ini sangat mungkin terjadi,” katanya.

Peraturan KPU yang memperbolehkan warga dapat mencoblos hanya dengan membawa kartu undangan (C6) atau kartu pemilih di lingkungan rumah sakit juga dinilai memberi celah untuk mencoblos lebih dari satu kali. “Bisa saja, di sini pakai undangan, tapi di tempat lain pakai kartu pemilih. Maka saya berharap KPU tetap memberlakukan surat keterangan pindah TPS bagi pemilih (D1 KWK),” katanya.

Namun Ketua KPU Boyolali, Ribut Budi Santoso, optimis tidak akan ada kecurangan yang dilakukan warga. “Saya percaya warga Boyolali akan tertib,” katanya. Menanggapi mengenai adanya peluang pemilih untuk mencoblos lebih dari satu kali, Ribut mengaku mengandalkan tinta.
“Sudah ada mekanismenya, yaitu memakai tinta, selain ini juga ada cara lain agar kami dapat mengetahui pemilih ganda,” katanya.

m86

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…