Sabtu, 8 Mei 2010 19:28 WIB Pilkada,Boyolali Share :

Dugaan money politics, Panwas Boyolali lapor ke Polres

Boyolali (Espos)–Panwas Pilkada Boyolali secara resmi melaporkan kasus dugaan politik uang yang terjadi di Desa Tegalsari dan Desa Sendang, Kecamatan Karanggede ke Mapolres setempat, Sabtu (8/5).

Pelaporan itu dilakukan oleh anggota Panwas Pilkada bidang hukum dan penanganan pelanggaran Taryono dan Siswadi dan diterima petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Laporan bernomor LP/B/88/V/2010/Jateng/Res. Boyolali itu, diduga kasus money politics itu sudah masuk pelanggaran pidana.

Seusai melapor, Taryono mengatakan dari hasil investigasi yang dilakukan Panwas, dua kasus money politics itu sudah mengarah ke pelanggaran pidana.

“Sehingga kami melaporkan ke polisi agar ditindaklanjuti,” ujarnya kepada wartawan, kemarin di Mapolres.

Ditambahkannya, kasus dugaan money politics itu melanggar Pasal 117 ayat 2 UU 32/2004 tentang Pemerintah Daerah.

“Ancaman hukuman maksimal 12 bulan,” tandas dia.

Pelaporan itu dilakukan setelah Panwascam Karanggede menemukan adanya indikasi politik uang (money politics) yang diduga dilakukan oleh simpatisan salah satu pasangan calon bupati-wakil bupati yang maju dalam Pilkada.

fid

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…