Sabtu, 8 Mei 2010 22:03 WIB News Share :

Demokrat-Golkar 'rujuk', PKS ditendang?

Jakarta--Ditunjuknya Aburizal Bakrie sebagai Ketua Harian Sekretariat Bersama Koalisi akan membuat perubahan dalam peta politik nasional. Presiden SBY diprediksi akan membuat perampingan dalam tubuh koalisi dengan memberi insentif lebih pada Golkar dan mengeluarkan PKS.

“SBY saat ini sedang memikirkan sistem koalisi terbatas. Koalisi di atas 50 persen, tetapi dukungan dan jaminan untuk memback-up SBY-Boediono semakin tegas,” kata pengamat politik dari LSI, Burhanudin Muhtadi kepada wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/5).

Menurut Burhanudin, SBY kemungkinan besar akan memilih PKS sebagai partai yang akan dipangkas karena masalah loyalitas. Dengan jumlah menteri terbanyak, PKS tidak mampu menjaga kesetiaannya terhadap Demokrat, terutama dalam kasus Century.

“Kalau melihat dari indikasi terakhir dan komentar para elit Demokrat. Sepertinya PKS yang paling potensial direshuffle, karena dianggap anak nakal koalisi,” jelasnya.

Selain itu, PKS juga tidak akan berpengaruh banyak di DPR jika tetap dikeluarkan dari koalisi. Sebab, masih ada suara 65 persen yang dimiliki Demokrat dengan partai-partai lainnya.

Burhanudin juga menilai, akan ada kompensasi lebih pada PAN dalam kabinet nanti. Hal ini disebabkan oleh posisi Ketua Umum PAN Hatta Rajasa yang tergeser oleh Ical sebagai pengurus koalisi.

“Hatta Rajasa akan mendapat kompensasi. PAN seharusnya mendapat kursi menteri tambahan, karena mereka membela mati-matian Demokrat waktu Century lalu,” tambahnya.

dtc/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…