Sabtu, 8 Mei 2010 12:02 WIB News Share :

Anggito calon favorit pengganti Sri Mulyani

Jakarta— Dukungan kepada Anggito Abimanyu untuk menggantikan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan makin menguat. Sejumlah partai koalisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menganggap Anggito calon terkuat menduduki jabatan itu.

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi mengatakan, dari skala 0 hingga 5, Anggito mendapat nilai 5. “Anggito lebih komunikatif. Sisi membangun komunikasi antarlembaga, antara DPR dan eksekutif, bagus,” kata Viva Jumat.

Viva memberikan nilai empat untuk pejabat Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution. Menurut dia, diperlukan orang muda untuk menjadi Menteri Keuangan. Sedangkan Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Irawan Wirjawan masing-masing diberi nilai tiga.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga menjagokan Anggito bersama tiga nama lainnya. “Dari sejumlah nama yang ada, yang kami anggap layak menggantikan Sri Mulyani adalah Anggito Abimanyu, Rizal Ramli, Darmin Nasution, dan Ani Ratnawati,” kata Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuziy.

Menurut politikus yang akrab disapa Rommy ini, secara kuantitatif kelayakan masing-masing calon itu adalah 40 persen untuk Anggito, 30 persen untuk Rizal, serta masing-masing 15 persen buat Darmin dan Ani. Ani kini menjabat Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.

Dia mengatakan preferensi itu berlaku jika Presiden hanya mengutamakan kemampuan, pengalaman, dan kapasitas masing-masing nama.

Rommy menambahkan, PPP menjagokan Anggito karena ia memiliki dua keunggulan dibanding yang lainnya, yakni mampu membuat bangunan komunikasi yang bagus dengan Dewan dan memiliki pandangan yang moderat.

Adapun Partai Golkar tidak akan mengajukan calon pengganti Sri Mulyani. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Priyo Budi Santoso mengatakan hal itu sudah menjadi keputusan para elite Partai Golkar. Alasannya, kata Priyo, Golkar tidak ingin dianggap mundurnya Sri Mulyani sebagai skenario atau target Golkar.

Sedangkan juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan pengganti Sri Mulyani kemungkinan besar berasal dari kalangan profesional karena harus mengerti sektor keuangan.

“Presiden pasti mempertimbangkan mengingat Menkeu sangat penting dan strategis,” kata Julian saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Asrama Haji Pondok Gede kemarin.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…