Sabtu, 8 Mei 2010 19:17 WIB Solo Share :

20-an Pemilik kios di Pasar Cinderamata, ikut pakai mobil

Solo (Espos)–Di tengah upaya keras Dinas Pengelola Pasar (DPP) menertibkan pedagang bermobil di Pasar Cinderamata, sebanyak 20-an pedagang yang memiliki kios justru berjualan memakai mobil. Kondisi tersebut sangat disesalkan dan dikhawatirkan kian menambah ruwet kondisi pasar yang berdiri di lahan parkir Pasar Klewer tersebut.

Hingga Sabtu (8/5) kemarin, lahan parkir Pasar Cinderamata masih dipenuhi sejumlah pedagang yang menggelar dagangannya memakai mobil. Meski sedikit berkurang, namun hal tersebut seakan mencerminkan tak adanya perubahan antara sebelum dan sesudah digelarnya pertemuan antar pedagang dengan instansi terkait, Kamis (6/5) lalu. Sebab, dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak dan empat instansi sepakat untuk tak menggelar dagangan di lahan parkir apalagi memakai mobil.

Yang mengherankan, sebagian pedagang yang berjualan memakai mobil tersebut pelakunya justru dari para pedagang yang sebenarnya telah memiliki kios-kios di pasar. Kondisi ini seakan mematahkan tudingan bahwa sengketa yang terjadi selama ini dipicu oleh para pedagang yang tak memiliki kios.

“Jumlahnya antara 15-20 pedagang. Mereka ialah para pedagang yang sebenarnya telah memiliki kios. Namun, tetap menggelar dagangan dengan mamakai mobil,” ujar Sekretaris Himpunan Pedagang Taman Parkir Pasar Klewer (HPTPPK), Ahmad Fatoni.

Saat ini, jumlah kios di Pasar Cinderamata mencapai 202 ruangan. Sebagian besar ditempati oleh para pedagang dari Pekalongan yang dahulunya juga pedagang bermobil.

Sementara itu, Ketua DPRD Solo YF Soekasno mengaku akan melindungi semua pedagang yang berjualan di Solo selama mereka mau menaati peraturan yang ada. Menurutnya, salah satu penyebab matinya kehidupan pasar ialah ketika Pemkot tak bisa memberikan perlindungan kepada pedagang.

“Jika Pemkot menyerahkan kebijakan kepada swasta atau pasar tanpa campur tangan Pemkot berupa perlindungan, maka lambat laun pasar akan mati dengan sendirinya. Itulah sebabnya, pedagang harus kami lindungi, sebab dari merekalah PAD Solo terbesar,” katanya.

asa

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…