Jumat, 7 Mei 2010 17:37 WIB Klaten Share :

Stasiun Srowot Klaten direhab

Klaten (Espos)

Departemen Perhubungan (Dephub) RI melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian mulai Senin (3/5) silam merehabilitasi Stasiun Srowot, Jogonalan Klaten untuk meningkatkan layanan kepada penumpang.

Pantauan Espos di lokasi, Jumat (7/5), sejumlah pekerja dikerahkan untuk membongkar peron atau pelataran tempat naik turun penumpang di stasiun setempat. Kepala Stasiun Srowot, Sigit Budiantono mengatakan, upaya merehabilitasi Stasiun Srowot itu dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Dia menjelaskan, dua peron dari tiga peron yang ada di Stasiun Srowot akan dibongkar karena tingginya tidak ideal. Menurutnya, idealnya tinggi peron seharusnya 40 centimeter dari rel. “Untuk peron tiga sudah ideal. Tetapi untuk peron satu dan dua tingginya sama dengan rel sehingga menyulitkan penumpang untuk naik. Selama ini kami masih menggunakan balok kayu sebagai tangga naik penumpang,” ujar Sigit.

Selain menaikkan tinggi peron, pihaknya juga akan mengganti jenis rel di tiga jalur kereta dengan jenis rel yang lebih baik kualitasnya. Menurutnya, jenis rel yang digunakan jalur satu dan dua saat ini adalah R 42. Rencananya pihaknya akan mengganti jenis rel R 42 tersebut dengan R 54.

Sementara khusus jalur tiga, pihaknya akan mengganti jenis rel R 33 menjadi R 42. Menurunya, masing-masing rel yang akan diganti itu mempunyai panjang sekitar 343 meter. Penggantian rel itu dimaksudkan untuk memperlancar laju kereta saat melintasi Stasiun Srowot. “Saat ini kondisi rel sudah tidak layak. Kalau dilintasi kereta, getarannya cukup besar. Kalau jenis rel yang baru berukuran lebih besar dan kuat sehingga akan memperlancar laju kereta,” urai Sigit.

Sigit menambahkan, rehabilitasi Stasiun Srowot itu diprakarsai oleh Ditjen Perkeretaapian, Dephub RI. Dalam hal ini, pihaknya tidak mengetahui besaran anggaran yang digunakan untuk merehabilitasi Stasiun Srowot tersebut.mkd

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…