Jumat, 7 Mei 2010 16:03 WIB Ekonomi Share :

Pertamina hemat subsidi Rp 12,25 triliun

Jakarta–Sejak 2007 hingga 29 April 2010, Pertamina berhasil mendistribusikan paket perdana konversi minyak tanah ke gas elpiji tiga kilogram sebanyak 44,15 juta tabung. Minyak tanah yang telah ditarik dari pasaran hingga April 2010 senilai Rp 22,54 triliun.

Total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan minyak dan gas pelat merah itu untuk konversi dari minyak tanah ke gas elpiji tiga kilogram, yakni mulai pengadaan tabung elpiji, selang, regulator, hingga kompor satu tungku mencapai Rp 10,29 triliun.

“Subsidi bahan bakar minyak yang berhasil dihemat Pertamina dari program konversi sebesar Rp 12,25 triliun,” kata Corporate Secretary Pertamina, Toharso dalam jumpa pers yang digelar di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (7/5).

Guna memenuhi kebutuhan konversi, Pertamina telah membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) di berbagai daerah. SPBBE yang telah beroperasi hingga saat ini berjumlah 196 stasiun.

tempointeraktif/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…