Jumat, 7 Mei 2010 12:09 WIB News Share :

Istana bantah deal politik dengan Bank Dunia

Jakarta–Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha membantah adanya kesepakatan atau deal politik antara Bank Dunia (World Bank) dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai penunjukan Sri Mulyani sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Hal tersebut disampaikan Julian usai mendampingi Presiden membuka Kongres Umat Islam di Asrama Haji Pondok Gede,  Jakarta, Jumat (7/5). “Jadi tidak benar ada deal politik atau deal antara Presiden SBY dengan presiden bank dunia soal posisi bu Sri Mulyani,” katanya.

Julian menegaskan, bahwa penunjukan sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia bukan perintah penugasan dari Presiden SBY, karena beberapa waktu sebelumnya pihak Bank Dunia yang memberi tahu dan meminta kepada Presiden SBY agar Sri Mulyani bisa menduduki posisi itu.

“Saya tahu memang ada surat dari Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick pada saat kita retreat di Tampak Siring untuk menanyakan kemungkinan nama Sri Mulyani dinominasikan untuk menjadi managing director di bank tersebut, itu adalah pembicaraan di tahap awalnya,” katanya.

Menurut dia, permintaan dari Bank Dunia itu karena mereka menyadari sepenuhnya bahwa Sri Mulyani masih menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) dan posisi ini dibutuhkan di Indonesia.

“Jadi kalau sekiranya memang tidak mungkin Sri Mulyani untuk menjadi Managing Director World Bank maka ya mungkin mereka akan pertimbangkan lagi seleksi atau nominasi berikutnya,” katanya.

Julian dalam kesempatan itu juga mengatakan bahwa Presiden SBY akan lebih memilih calon dari kalangan profesional untuk mengganti posisi Menkeu, Sri Mulyani Indrawati.

“Yang pasti adalah mungkin dari kelompok profesional dalam arti yang betul-betul mengerti di sektor keuangan yang nanti akan dipilih untuk menduduki posisi tersebut,” katanya.

Dijelaskannya, pilihan dari kalangan profesional untuk posisi Menkeu karena Presiden melihat hal ini sangat penting dan strategis bagi pembangunan ekonomi nasional.

kompas.com/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…