Jumat, 7 Mei 2010 14:20 WIB News Share :

Hatta
Menkeu harus bebas dari Parpol

Jakarta–Menko Perekonomian Hatta Rajasa berharap Menteri Keuangan pengganti Sri Mulyani tidak berasal dari partai politik.

“Saya punya pandangan pribadi bahwa Menteri Keuangan itu bebas dari partai politik,” ungkapnya saat bincang dengan wartawan di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/5).

Secara kriteria umum, Hatta menyampaikan kapabilitas Menteri Keuangan harus memahami sektor riil, pasar, dan sebagainya serta memiliki spirit untuk membangun bersama-sama.

“Dan tokoh itu menurut saya di republik ini banyak. Kriteria itu kriteria umum,” ujarnya.

Selain itu, Hatta juga menyampaikan calon Menteri Keuangan pengganti Sri Mulyani harus bisa melanjutkan agen reformasi yang sebelumnya sudah diletakkan oleh Sri Mulyani. Hal ini disebabkan agar sesuai dengan semangat reformasi dari Presiden SBY.

“Beliau menginginkan agenda reform berjalan. Sebagaimana Sri Mulyani mengagendakan reformasi, harus terus berlanjut,” ujarnya.

Namun, Hatta tidak mau berkomentar mengenai siapa kandidat yang menjadi pengganti Sri Mulyani sebagai orang nomor satu di Kementerian Keuangan tersebut.

“Itu hanya Tuhan yang tahu, yang jelas tidak merangkap, ad interim tapi Menteri Keuangan. Nanti Pak Presiden akan sampaikan itu, karena jabatan Menteri Keuangan adalah jabatan vital dan strategis,” pungkasnya.

Sri Mulyani akan segera meninggalkan posnya sebagai Menkeu untuk menjadi Managing Director di Bank Dunia per 1 Juni 2010. Mundurnya Sri Mulyani pada Rabu lalu sempat mengguncangkan pasar finansial Indonesia.

Kini semua pihak sedang mencermati siapa calon pengganti Sri Mulyani. Beberapa nama yang disebut untuk menggantikan Sri Mulyani adalah Anggito Abimanyu (Kepala Badan Kebijakan Fiskal), Armida Alisjahbana (Menteri PPN/Kepala Bappenas), Agus Martowardojo (Dirut Bank Mandiri), Darmin Nasution (pjs Gubernur BI).


dtc/tya

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…