Jumat, 7 Mei 2010 15:31 WIB Kesehatan Share :

Empat pertanyaan umum seputar haid

Sejak masa pubertas, setiap wanita normal mengalami haid atau menstruasi setiap bulan. Walau merasa mengetahui apa yang terjadi dengan tubuh mereka, banyak wanita yang tidak mengetahui hal-hal di balik siklus bulanan tersebut.

Tiga ginekolog menjelaskan pertanyaan yang paling umum seputar menstruasi seperti dikutip dari laman Web MD.

1. Mengapa wanita bisa mengalami premenstrual syndrome (PMS)?
PMS atau sindrom pramenstruasi, terjadi karena tubuh wanita sensitif terhadap perubahan hormon. Richard P. Frieder, MD, seorang ginekolog Rumah Sakit di Santa Monica, California mengatakan sepekan hingga 10 hari sebelum menstruasi, kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh wanita berubah dengan cepat.

“PMS menyebabkan kembung, perubahan suasana hati, sakit kepala, nyeri payudara, dan kelelahan pada sebagian wanita,” katanya. Sebuah studi mengungkap 90 persen wanita mengalami PMS sebelum haid. Dan, 20 persen di antaranya mengalami gejala PMS berat hingga mengganggu aktivitas.

Untuk meminimalkan PMS, disarankan minum air putih, dan menghindari karbohidrat tunggal, soda serta kafein. Asupan tinggi kalsium dan vitamin D mengurangi gejala PMS.

2. Mengapa siklus haid bisa tidak teratur?
Beberapa wanita mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Penyebabnya, menurut Frieder akibat stres dan penyakit. Alasan lain menstruasi tidak teratur akibat berat badan, gangguan makan serta olahraga berat seperti pada atlet angkat berat dan masalah hormon.

Siklus normal menstruasi biasnya terjadi antara 25 sampai 35 hari, dihitung dari hari pertama pendarahan ke awal periode berikutnya. Profesor kebidanan dan ginekologi, Mary S. Dolan, MD, MPH,  di Emory University School of Medicine, Atlanta mengatakan, siklus mentsruasi tak harus sama  persis setiap bulan. Agar kalender menstruasi akurat sebaiknya catat awal dan akhir periode menstruasi.

3. Mungkinkah hamil selama menstruasi?
Kuncinya adalah menentukan apakah pendarahan terjadi saat hamil atau ovulasi. Beberapa wanita mengalami bercak pendarahan saat berovulasi. Menurut Dolan, bisa saja di akhir masa ovulasi seorang wanita melakukan hubungan intim dan sperma masih tertinggal. “Kemungkinan hamil bisa terjadi,” ujarnya.

Kehamilan tidak dapat dipastikan dengan keluarnya darah. “Bisa jadi, itu adalah pendarahan di awal kehamilan,” kata Dolan. Sebagian wanita agak sulit membedakannya. Agar yakin, perhatikan apakah periode menstruasi maju dari periode reguler. Dolan menyarankan apabila memiliki gejala lain seperti mual atau berbeda dari PMS,  segera periksakan ke dokter.

4. Apa efeknya jika menggunakan pembalut terlalu lama?
Toxic shock syndrome (TSS) adalah penyakit akibat infeksi bakteri. Gejala TSS ditandai dengan demam, menggigil, diare, muntah, nyeri otot, dan ruam pada kulit. Para ahli mengatakan, tampon atau pembalut yang dibiarkan terlalu lama berpotensi menjadi tempat kembang biak bakteri penyebab sindroma.

Idealnya, ganti tampon atau pembalut empat hingga delapan kali sehari agar bebas organ bebas dari lembab penyebab berkembang biaknya bakteri.

vivanews/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…