Kamis, 6 Mei 2010 18:17 WIB Solo Share :

Tak siapkan program 100 hari, Jo-Dy fokus pembangunan nonfisik

Solo (Espos)--Pasangan incumbent Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo (Jo-Dy) yang menang dalam Pilkada Solo akan fokus pada pembangunan nonfisik.

Namun, Jokowi mengaku, dirinya tidak memiliki program 100 hari. “Kemarin (2005-2010-red) pada fisik, besok lebih pada nonfisik. Tidak punya program itu (100 hari-red). Yang jelas, setelah digedok resmi kami akan kerja cepat,” ungkap Jokowi kepada wartawan seusai press gathering di Gallery Resto, Laweyan, Kamis (6/5).

Dia menyatakan, meski tidak ada program 100 hari, namun Jo-Dy akan bekerja dengan cepat karena harapan masyarakat terhadap Jo-Dy cukup tinggi setelah mereka menang telak dengan meraup 90% suara dalam Pilkada.

“Ekspetasi masyarakat sangat tinggi. Kalau kami tidak bekerja dengan cepat, kami akan salah. Fokusnya pada nonfisik itu,” papar dia.
Jokowi menyatakan, dua hal utama yang bakal segera dilakukan adalah pengembangan nilai budaya dan pengembangan eknomi kerakyatan. Rencananya, pengembangan nilai budaya akan dimasukkan ke kurikulum pendidikan dan akan segera diterapkan tahun ajaran mendatang.

Sedangkan untuk ekonomi kerakyatan melalui badan usaha milik mayarakat yang bakal efektif mulai 2011 nanti. Selain itu, konsep Solo masa depan adalah Solo masa lalu juga mulai digodok.
Jokowi mengutarakan, beberapa nama jalan, kampung dan tempat yang memiliki nilai historis akan dikembalikan. “Sedang kami proses, nama jalan dan tempat yang memilikinya nilai historis, salah satunya Stadion Sriwedari,” kata dia.

dni

lowongan pekerjaan
Toko Cat Warna Abadi (WAWAWA), informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…