Kamis, 6 Mei 2010 10:40 WIB News Share :

Sekelompok pemuda berambut cepak mengamuk, rusak kios dan kafe

Makassar–Sekelompok pemuda berambut cepak menyerang tempat hiburan malam di Pantai Laguna, Kamis (6/5) dini hari. Sedikitnya 20 kios dan cafe dirusak massa yang menyerang dengan menggunakan batu dan balok kayu. Penyerangan dilakukan sekitar pukul 02.00 Wita.

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan pelaku datang dengan menggunakan tiga mobil truk dan puluhan sepeda motor. “Mereka langsung menerobos masuk ke cafe dan menghancurkan barang-barang yang ada,” ujar salah seorang pemilik cafe, Saiful.

Kerusakan dominan dialami pada lemari kaca tempat penyimpanan persediaan konsumsi bagi pengunjung. Selain itu, bangunan cafe dan kios juga dirusak. Saat kejadian, tempat hiburan yang berada di pinggiran Pantai Losari itu sudah tidak beraktivitas. “Kami langsung menyelamatkan diri.
Mereka terus merusak tanpa ada yang berani mencegahnya,”  ujar pemilik cafe lainnya, Arman.

Aksi anarkis, ratusan pemuda ini pun juga terjadi di Jalan Penghibur, tepat di depan tempat hiburan BalleZZa. Di tempat ini mereka memukuli beberapa warga dan merusak dua unit kendaraan bermotor.

Tidak hanya mengamuk di Pantai Laguna dan BalleZZa, massa juga mendatangi sebuah rumah di Jalan Rajawali Lorong 13, Kecamatan Mariso. Di tempat ini, kelompok pemuda itu merusak rumah yang diduga milik warga bernama Dewa. Perusakan ini diduga dilakukan oleh personel tentara yang melakukan aksi balas dendam atas tewasnya rekan mereka bernama Prajurit Kepala Usman Embo.

Usman tewas setelah mendapat luka tikaman serius saat berada di dalam Pantai Laguna. Korban diduga ditikam oleh seorang warga bernama Dewa. Dewa diketahui adalah seorang preman yang kerap meresahkan para pengunjung di tempat itu. Diduga tidak terima dengan perlakuan yang diderita rekannya, oknum tentara itupun melakukan penyerangan balasan.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Makassar Barat, Ajun Komisaris Agung Kanigoro mengaku belum memastikan pelaku penyerangan. Menurutnya, pihaknya masih menyelidiki keberadaan pihak yang datang mengamuk tersebut. “Belum kami pastikan mereka personel tentara atau bukan. Tidak ada bukti yang menguatkan kami. Saat terjadi penyerangan pelaku menggunakan pakaian sipil,” ujar Agung.

Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana, Mayor Rustam Effendi juga menepis adanya oknum tentara yang melakukan penyerangan itu. Ia mengatakan, pihaknya telah meminta personel agar tetap menyikapi penikaman itu dengan kepala dingin. “Kami juga tetap menyelidiki hal ini. Kami minta masyarakat jangan berkesimpulan cepat sebelum hanya karena ada persoalan sebelumnya,” ujar Rustam.

tempointeraktif/ tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…