Kamis, 6 Mei 2010 14:06 WIB News Share :

Ratusan karyawan PTPN II berunjuk rasa

Medan— Ratusan karyawan dan bekas karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II berunjuk rasa di DPRD Sumatera Utara, Medan, Kamis (6/5) siang. Dengan beragam poster bernada mengecam manajemen, massa memenuhi tangga gedung parlemen tanpa menghiraukan terik matahari.

Massa mengecam kebijakan manajemen PTPN II yang mengurangi hak normatif karyawan dan bekas karyawan perusahaan perkebunan milik negara itu.

Hak yang dikurangi di antaranya upaya pengalihan status karyawan (PTPN II) menjadi karyawan swasta, memasukkan beras catu ke dalam komponen gaji pokok, penghapusan pendapatan karyawan dianggap sepihak, dan tidak disalurkannya lagi beras catu bagi pensiunan, serta upaya paksa bagi pensiunan mengosongkan rumah dinas secara diskriminatif.

“Sampai saat ini SHT (Santunan Hari Tua) belum diterima bekas karyawan,” kata Sulianto, karyawan PTPN II di Kebun Gor Lama, Stabat, Kabupaten Langkat.

Massa juga menilai direksi saat ini telah gagal menyejahterakan karyawan dan meningkatkan produktivitas perkebunan. Dalam selebaran yang ditandatangani Indro Suhito selaku Ketua Fakta Nusantara, mereka meminta pembatalan pemutusan hubungan kerja dan menolak meninggalkan rumah dinas.

Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara, Brilian Moktar, berjanji akan mempertanyakan kebijakan tersebut. ”Dalam waktu dekat kita akan panggil (PTPN II),” katanya.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PTPN II, H Tambah Karokaro, belum dapat berkomentar soal tuntutan karyawan dan bekas karyawan PTPN II itu. ”Nanti kami akan adakan konferensi pers,” kata Karokaro.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…