Kamis, 6 Mei 2010 15:36 WIB News Share :

NU Jateng haramkan film Menculik Miyabi

Semarang–Ketua Dewan Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah (Jateng), Muhammad Adnan menyatakan hukum menonton film Menculik Miyabi yang dibintangi pemeran film porno Jepang Maria Ozawa adalah haram.

Adnan berpendapat film tersebut dapat merusak moral. “Menonton film tersebut jelas haram karena akan merusak moral dan budi pekerti bangsa,” kata Adnan di Semarang, Kamis (6/5).

Adnan beralasan, Maria Ozawa jelas merupakan bintang film porno sehingga apapun kegiatannya tak boleh menjadi panutan bagi umat Islam. Adnan khawatir jika masyarakat akan menganggap bahwa seseorang yang membintangi film porno saja bisa membintangi film lain. Padahal, Adnan menegaskan, film porno secara moral sangat diharamkan agama Islam.

Adnan mengaku heran kenapa masih ada kelompok orang yang melibatkan bintang porno dalam pembuatan sebuah karya film. Film seperti ini perlu ditolak karena bangsa Indonesia saat ini sedang berupaya membangun pendidikan budi pekerti dan moral seperti yang diajarkan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantoro. “Pendidikan itu tidak hanya membuat orang pintar tapi juga menjadikan orang bener,” katanya.

NU Jawa Tengah meminta agar aparat penegak hukum turun tangan untuk melarang peredaran film tersebut. Jika tidak maka dikhawatirkan umat Islam garis keras yang biasanya menggunakan cara-cara kekerasan akan beraksi lagi.

Jika demikian, Adnan menambahkan, maka NU sudah tidak mau ikut campur lagi. Adnan menyatakan NU tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan dalam menanggapi adanya film Menculik Miyabi. “Kita kedepankan dialog,”ujarnya.

tempointeraktif/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…