Kamis, 6 Mei 2010 17:04 WIB Hukum,Solo Share :

Ngawur, pulang dari masjid ditawari PSK

Solo (Espos)–Warga Kelurahan Kestalan, Banjarsari, sejak beberapa bulan terakhir dibuat geram oleh aksi 20-an makelar pekerja seks komersial (PSK) hotel dan losmen di wilayah setempat.Menurut mereka aksi para calo PSK itu semakin ngawur sehingga mengganggu aktivitas warga.

Di sisi lain, pihak kepolisian diminta lebih aktif menertibkan praktik prostitusi di hotel dan losmen kelas mawar melati, yang semakin terang-terangan. Pernyataan itu disampaikan Lurah Kestalan, Ibnu Sarsito, saat ditemui Espos di kantornya, Kamis (6/5).

“Mereka semakin ngawur, keterlaluan. Masa tamu yang hendak berkunjung ke warga Kestalan di tawari PSK. Bahkan warga yang pulang dari masjid pun ditawari PSK,” ujarnya.

Dia menjelaskan, aksi ngawur para makelar PSK itu telah berlangsung relatif lama. Mereka biasa mangkal di jalan-jalan kampung sembari mencari mangsa. Parahnya para makelar PSK itu tak jarang sudah mulai beraksi selepas salat magrib sekitar pukul 18.30 WIB.

Saat ditanya tentang peran polisi dalam penertiban prostitusi, menurut Ibnu sudah beberapa kali dilakukan. “Polisi sudah melakukan tindakan preventif juga dengan patroli, begitu juga Linmas Kestalan. Arahnya supaya para makelar PSK itu angkat kaki dari Kestalan,” tegas dia.

Penuturan senada disampaikan warga Kestalan RT 3/RW III, Dadit Sudardi, 62, yang berharap tidak ada lagi praktik prostitusi di kampungnya. Sebab praktik itu telah membawa citra negatif bagi warga Kestalan di Kota Bengawan juga Soloraya.

kur

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…