Kamis, 6 Mei 2010 16:28 WIB News Share :

MUI dan NU Jatim juga tolak Film Menculik Miyabi

Surabaya–Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur (Jatim) menolak pemutaran film Menculik Miyabi.

Ketua MUI Jawa Timur, Abdusomad Bukhori, Kamis (6/5) mengatakan apapun bentuknya, film yang menuai pro dan kontra harus dihindari. “Apalagi, film ini dinilai banyak mengandung unsur pornografi,” kata Abdussomad.

MUI menilai, meski film ini sudah melalui lembaga sensor film, tapi unsur pornografi dipastikan tidak mungkin akan hilang sepenuhnya dalam film ini. “Kami bertanya yang dijual dalam film ini apa? Kan sosok Minyabinya, dia itu siapa kan bintang porno,” kata dia.

Karenanya, dia berharap pemutaran film ini bisa dibatalkan karena hanya akan menambah fitnah. Apalagi, orang yang melihat dipastikan bukan karena isi dari cerita film melainkan lebih karena sensasi dari nama besar Miyabi.

Hal yang sama diungkapkan Rois Syuriah Pengurus Wilayaha NU, Miftachul Ahyar. Menurut dia, meski sudah melalui lembaga sensor film, tapi bintang filmnya yang dinilai bermasalah. “Stikmanya kan masih tetap film porno, jadi lebih baik dihindari,” katanya yang juga pengasuh pesantren Miftachussunah Surabaya itu.

Miftach khawatir, dengan tetap diputarnya film ini malah akan menambah masalah baru. Apalagi, lanjutnya Sejak pembuatan saja sudah banyak yang menentang film ini. “Apalagi kalau jadi diputar, pasti akan banyak yang menolak,” tambahnya.

Sebelumnya Ketua Dewan Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah (Jateng), Muhammad Adnan juga menyatakan hukum menonton film Menculik Miyabi yang dibintangi pemeran film porno Jepang Maria Ozawa adalah haram.

tempointeraktif/ tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…