Kamis, 6 Mei 2010 16:55 WIB News Share :

KY dinilai terburu-buru memecat Asnun

Jakarta–Langkah Komisi Yudisial (KY) yang merekomendasikan ketua majelis hakim perkara Gayus Tambunan, Muhtadi Asnun dipecat dinilai terburu-buru. KY seharusnya menunggu keputusan hukum tetap dari pengadilan.

Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum Hakim Asnun, Farhat Abbas. “Kenapa KY terburu-buru, ini kan tanggung jawab KY dalam pengawasan dan pembinaan hakim. Ini kan masih proses penyidikan. Jangan sampai KY mengambil momen yang belum tentu kebenarannya,” katanya, Kamis (6/5).

Menurut dia, KY sebaiknya menunggu hingga ada keputusan tetap dari pengadilan. “Jangan karena Asnun tidak datang, KY marah. Seandainya Asnun tidak terbukti terima uang dan putusannya dibenarkan oleh hakim agung, apa tidak malu KY,” ujar suami penyanyi Nia Daniati itu.

KY memutuskan untuk memberhentikan Asnun dengan tidak hormat karena pelanggaran kode etik. Surat rekomendasi KY akan segera dikirim ke Mahkamah Agung (MA).

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…