Kamis, 6 Mei 2010 20:57 WIB Sragen Share :

Kiai korban dugaan penyunatan Bansos mengadu ke BK

Sragen (Espos)--Sementara sejumlah kiai perwakilan 11 pondok pesantren yang menjadi korban dugaan penyunatan Bansos mendatangi Gedung DPRD Sragen, Kamis (6/5). Mereka mempertanyakan tindak lanjut surat LBH Mega Bintang tentang dugaan pelanggaran kode etik oknum legislator terkait dugaan penyunatan Bansos untuk Ponpes.

Kedatangan para kiai yang didampingi kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mega Bintang Solo Rus Utaryono. Mereka diterima sejumlah anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Sragen yang dipimpin Suyanto di Ruang BK.

Rus Utaryono menyatakan, LBH Mega Bintang mengirimkan surat dugaan pelanggaran kode etik sejak awal Februari lalu. Namun surat yang ditujukan kepada Pimpinan Dewan (Pimwan) dan BK itu,kata dia,belum ada tindak lanjutnya. Oleh karenanya, Rus Utaryono bersama Ketua Yayasan Tarbiatun Nasikin Ngadiman dan pengasuh Ponpes lainnya ingin meminta keterangan ke Dewan.

Ketua BK Suyanto mengatakan, surat tersebut masih di tangan Pimwan dan belum didisposisikan ke BK. Dia menyatakan belum bisa menindaklanjuti surat itu, karena belum ada disposisi.

trh

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…