Kamis, 6 Mei 2010 19:51 WIB Pilkada,Boyolali Share :

Indikasi pelanggaran pidana menguat, Panwascam diminta waspada

Boyolali (Espos)--Ketua Panwaslu Boyolali, Puspaningrum, kepada seluruh ketua dan anggota Panwascam terhadap ancaman money politics pada Pilkada Boyolali. Ia menilai, politik uang semakin nyata dan diperkirakan merebak di sekitar warga.

“Money politics sudah sangat nyata tapi tidak terlihat. Sudah seperti kentut, baunya ada tapi orangnya kabur,” kata Puspaningrum saat rapat koordinasi dengan Panwascam di Aula kantor Panwaslu Boyolali, Kamis (6/5). Seluruh anggota harus waspada terhadap pelanggaran ini. “Seluruh anggota Panwascam harus buka mata dan telinga lebar-lebar untuk mengetahui jenis pelanggaran ini,” katanya.

Bila mendapati praktik politik uang di lapangan, kata dia, Panwascam harus segera berkoordinasi dengan Panwaslu agar secepatnya mendapat tindakan nyata. Pelanggaran ini dapat mencederai demokrasi dan merusak hasil Pilkada. Selain pelanggaran politik uang, Puspaningrum juga mewaspadai adanya gerakan-gerakan kampanye pada saat masa tenang.

“Pelanggaran-pelanggaran ini tidak mereka lakukan di pinggir jalan, tapi juga di dalam kampung-kampung. Jadi, kita semua harus jeli,” tambahnya.
Indikasi pelanggaran pidana juga ditemukan di Selodoko, Ampel, berupa penyebaran gambar foto calon dan visi misinya. “Ini termasuk kampanye, dan kampanye di masa tenang bisa pidana,” katanya. Aktivitas calon yang diperbolehkan di dalam masa tenang yaitu pembekalan saksi.  Mengantisipasi pelanggaran, ia meminta Panwascam untuk turut mengawasi.

m86

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…