Blogspot.com
Kamis, 6 Mei 2010 16:30 WIB News Share :

Gelapkan sepeda motor, “pengacara" playboy ditangkap

Salatiga (Espos)--Aparat Polsek Tengaran membekuk Edi Prasetyo , 30, tersangka kasus penggelapan motor yang juga diduga terlibat kasus penipuan terhadap sejumlah wanita, Selasa (4/5). Tersangka yang mengaku aktivis Gannas (Gerakan Anti Narkotika Nasional) itu sedikitnya telah menipu empat wanita yang sebagian telah dikuras hartanya.

Modus yang dilakukan oleh warga asal Jakarta yang kini tinggal di Dusun Branggah RT 06/RW IIX, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang adalah dengan mengaku sebagai pengacara dan konsultan. Dengan penampilannya yang cukup meyakinkan, para korban pun luluh dengan rayuannya. Apalagi masing-masing korbannya dijanjikan akan dinikahinya.

“Hampir semua korbannya sudah melakukan hubungan suami isteri dengan tersangka. Korban mau melakukannya karena dijanjikan akan dinikahi namun kemudian ditinggal pergi,” papar Kapolres Semarang, AKBP Edi Swasono melalui Kapolsek Tengaran, AKP Bambang Sutanto, Kamis (6/5).

Kasus tersebut terungkap setelah salah satu korbannya yakni RH, warga Dusun Kalikendel RT 17/RW IV, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran melaporkan tersangka ke Polsek setempat. Tersangka dilaporkan telah menggelapkan sepeda motor Yamaha Mio milik korban.

Berbekal foto yang diberikan korban, polisi berhasil menangkap tersangka di Lingkungan Legoksari RT 02/RW II, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, yakni di sebuah rumah kontrakan yang ditinggalinya bersama RA, 30, warga Dusun Branggah, Desa Nyatnyono. RA diduga merupakan pacar gelap tersangka.

Karena dari hasil pengembangan penyelidikan diketahui korban RH ternyata dijanjikan oleh tersangka akan dinikahi. Karena janji itu pula RH mempercayakan sepeda motornya dibawa tersangka yang kemudian digelapkan.

Dari hasil penyelidikan pula terungkap bahwa selain RH terdapat wanita lain yang menjadi korban tersangka. Mereka adalah HA, warga asal Lampung dan FM, 38, warga Jebres, Solo.

“HA ini ditipu oleh korban nilainya mencapai Rp 63 juta. Ia juga dijanjikan akan dinikahi,” sambung Bambang.

Meski dugaan penipuan yang dilakukan oleh tersangka terkuak, namun penyidik Polsek Tengaran akan lebih dulu mendalami kasus penggelapan. Tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

Sementara tersangka mengaku tidak menyetubuhi semua korbannya. Sementara sepeda motor milik korban RH, menurutnya, dibeli dengan sebagian uangnya.

kha

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…