Kamis, 6 Mei 2010 20:51 WIB News Share :

AS siap bantu pembangunan jalan lintas selatan Jawa

Jakarta--Lembaga donor Amerika Serikat, Millenium Challenge Corporation (MCC), siap memberikan pinjaman lunak hingga 300 juta dolar AS untuk pembangunan jalan lintas selatan Jawa.

“Kami tinggal menyusun kesepakatan formal dengan mereka untuk pengesahan pinjaman lunak sebesar 300 juta dolar AS,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto kepada pers di Jakarta, Kamis (6/5).

Ia menjelaskan bahwa niat MCC itu kini sedang dibahas di tingkat senat mereka. Jika disetujui, pada 2011 sudah bisa dilakukan tahap desain yang dilanjutkan dengan pembangunan fisik selama tiga tahun.

Pinjaman itu, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan lintas pantai selatan Jawa sepanjang 300 kilometer dari total panjang 1.567,195 km.

Dijelaskan pula, lembaga donor asal Amerika Serikat itu tertarik untuk membiayai pembangunan jalan lintas selatan Jawa karena tujuannya untuk membuka akses kawasan terisolasi di daerah selatan Jawa.

“Pinjaman yang akan dialokasikan pada pembangunan Banten-Jawa Barat itu bersifat lunak,” katanya menegaskan.

Proposal dana hibah itu, lanjut dia, sudah disampaikan pada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menjalani proses pembahasan.

Direktur Bina Program Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Taufik Widjoyono mengatakan dana hibah itu akan dialokasikan untuk peningkatan jalan berstatus strategis nasional di Provinsi Banten sepanjang 174,69 km.  Selain itu, Jawa Barat 421,17 km, Jawa Tengah 217,54 km, Yogyakarta 135,325 km, dan Jawa Timur 618,47 km.

Pemerintah melalui Bappenas juga mengusulkan proposal pinjaman pada Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) senilai 350 juta dolar AS dan Islamic Development Bank (IDB) sebesar 120 juta dolar AS.

Ia menjelaskan total pinjaman sebesar 470 juta dolar AS itu akan digunakan sebagai dana proyek pengembangan jalan regional (regional road development project/RRDP).

Selain pinjaman lunak itu, pemerintah berupaya mendapatkan pinjaman senilai 300 juta dolar AS yang setara dengan Rp2,4 triliun untuk meningkatkan kapasitas jalan nasional dan jembatan di kawasan timur Indonesia (KTI).

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sebelumnya mengutarakan bahwa dana itu akan berupa pinjaman lunak yang dapat dicicil selama 40 tahun tanpa bunga dan masa tenggang selama 10 tahun.

Ant/tya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…