Rabu, 5 Mei 2010 20:01 WIB Ekonomi Share :

TDL naik, biaya produksi bisa bengkak hingga 5%

Solo (Espos)--Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Soloraya memprediksi biaya produksi untuk pelaku industri akan membengkak pada kisaran 4% hingga 5% setelah kenaikan tarif dasar listrik (TDL) berlaku.

Sementara itu, surat penolakan Apindo Soloraya terhadap kenaikan TDL yang direncanakan berlaku Juli mendatang sudah dikirim, Rabu (5/5). Demikian disampaikan Sekretaris Eksekutif Apindo Soloraya, Rihantin Boedijono, kepada Espos. “Surat penolakannya sudah kami kirim hari ini. Penolakan tersebut mewakili 250 perusahaan anggota Apindo serta 150 perusahaan tekstil dan garmen yang merupakan anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API),” tandas Rihatin.

Dalam surat penolakan tersebut, lanjut Rihatin, Apindo dan API menyampaikan alasan penolakan terhadap rencana kenaikan TDL. Ada banyak alasan, di antaranya suku bunga yang saat ini masih bertengger pada 6,5% dan masih banyak perbankan yang masih menanamkan bunga kredit tinggi. Kedua, pemerintah sampai saat ini belum menghapus tarif daya max. Yakni, pada jam-jam tertentu untuk listrik industri dikenakan tarif ganda.

“Intinya, kami menolak karena ekonomi biaya tinggi. Dengan kenaikan TDL 10%, kami sudah memperhitungkan bahwa biaya produksi bisa membengkak pada kisaran 4% atau 5%.”

Sementara itu, keberatan yang disampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo, ditanggapi dengan upaya mendorong pelaku industri untuk bisa memasok energi alternatif sendiri. Karena, menurut Direktur Eksekutif Kadin Solo, Chandra Hartanto, saat ini sudah ada payung dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar pengusaha bisa menciptakan pembangkit energi listrik sendiri.

“Dalam waktu dekat upaya ini akan segera kami realisasikan. Sehingga perusahaan nantinya bisa mandiri dan tidak selalu bergantung dengan listrik dari PLN.”

haw

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…