Rabu, 5 Mei 2010 13:00 WIB News Share :

Seluruh kapal diminta cari korban KLM Makmur Jaya

Jakarta–Administratur Pelabuhan (Adpel) Tanjung Perak Surabaya, menginstruksikan kepada seluruh kapal yang berlayar disekitar laut Jawa atau disekitar Madura untuk ikut mencari lima korban hilang tenggelamnya Kapal Layar Motor (KLM) Makmur Jaya.

Instruksi yang dikeluarkan langsung oleh Kepala Adpel Tanjung Perak Erwin Rosmali itu setidaknya memerintahkan seluruh kapal yang berlayar melalui kawasan titik 06.32.1 selatan/113.12.2 timur atau disekitar 20 mil arah utara dari Banjar Jaya Madura, untuk berhenti sejenak dan ikut melakukan proses pencarian korban hilang.

Sekedar diketahui, di titik itulah KLM Makmur Jaya pada Senin (3/5) pukul 22.30,  tenggelam akibat dihantam ombak. “Lima korban yang hilang kemungkinan masih berada disekitar kapal yang tenggelam,” kata Erwin Rosmali, Rabu (5/5).

Dari 29 awak kapal yang mengangkut 300 ekor sapi dan lembu ini, memang hanya 24 awak yang berhasil diselamatkan oleh Kapal Motor Bali Kuta yang kebetulan berlayar dikawasan itu, sedangkan lima awak lainnya masih hilang.

Humas Adpel Tanjung Perak Sri Sukaisi mengatakan, ke-24 awak yang selamat saat ini sebagian sudah diperbolehkan pulang, sedangkan beberapa diantaranya termasuk nahkoda kapal yang bernama Marzuki masih dimintai keterangan di kantor KPLP.

“Kita masih terus dalami penyebab tenggelamnya kapal ini,” kata Sri Sukaisi. Yang pasti, karena terbuat dari kayu, KLM Makmur Jaya tidak seluruhnya tenggelam melainkan hanya terbalik.

Para korban yang hilang menurut dia, kemungkinan besar karena korban tidak sempat menggunakan pelampung ketika perahu akan terbalik.

tempointeraktif/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…