Rabu, 5 Mei 2010 15:39 WIB News,Internasional Share :

RI setuju larangan uji coba nuklir

New York— Indonesia siap meratifikasi sebuah perjanjian yang melarang uji coba nuklir. Keputusan ini disambut baik komunitas internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Pemerintah Indonesia percaya ini saatnya untuk meningkatkan kontribusi dengan melaksanakan proses ratifikasi Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty (CTBT),” demikian dikatakan Menlu Marty Natalegawa yang menghadiri review Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), Rabu (5/5).

Menlu menjelaskan, kesiapan Indonesia dilihat dari sudut pandang yang komprehensif dan harapan yang sedang berkembang dalam agenda pelucutan senjata nuklir. Ratifikasi Tanah Air untuk traktat tersebut saat ini sedang dalam proses.

Selain itu, Menlu juga menyatakan bahwa Indonesia ingin memberikan kontribusi agar pemberlakuan traktat tersebut bisa dipercepat. “Waktu untuk menunggu telah usai, saatnya bertindak,” lanjut Marty. Kabarnya, Presiden AS Barack Obama memuji keputusan ini.

Sebelumnya Indonesia menunda ratifikasi karena menganggap seharusnya seluruh negara pemilik senjata nuklir dan negara lain yang mengakui memiliki senjata nuklir untuk memulai proses ratifikasi dan mematuhi CTBT terlebih dahulu. Namun, menurut Menlu, secara prinsipil tujuan dari posisi tersebut telah tercapai.

Terkait dengan sikap Indonesia, ia menegaskan pemerintah tidak pernah bergeming dalam memberikan dukungannya kepada CTBT yang merupakan elemen penting dalam pelucutan dan non-proliferasi senjara nuklir.

inilah/rif

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…