internet
Rabu, 5 Mei 2010 13:48 WIB News Share :

Kompol Arafat beberkan permintaan Susno di kasus Gayus

Jakarta–Kompol Arafat Enanie menyebut peran mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji dalam kasus penanganan kasus Gayus Tambunan. Dalam pemeriksaan di sidang kode etik dia mengaku Susno memanggilnya dan meminta agar jangan memeriksa banyak saksi.

“Kabareskrim (saat itu dijabat Susno) mengarahkan agar saya tidak memeriksa saksi banyak-banyak, cukup 3-4 orang saja,” kata Arafat di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (5/5).

Pernyataan Arafat itu pun langsung direspons pimpinan sidang kode etik Brigjen Pol Bambang Eko. “Apa artinya permintaan itu?” tegas Bambang.

“Tujuannya supaya berkas tidak sempurna. Pengetahuan saya, hal itu bertentangan dengan keahlian saya menangani money laundering, orang yang berkaitan dengan tersangka harus diperiksa semua,” jelasnya.

Padahal lanjut Arafat, kasus itu memiliki bukti yang kuat. “Kasus ini cukup bukti,” tutupnya.

Penyidikan kasus Gayus berlangsung pada Juli-Agustus 2009. Sebelumnya Arafat menjelaskan, Gayus terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan money laundering. Saat itu Susno masih menjabat Kabareskrim.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…