Rabu, 5 Mei 2010 09:49 WIB News Share :

Ginsi desak pencopotan Dirut Pelindo II

Jakarta— Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) mendesak  Menteri Negara BUMN segera mencopot Dirut PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II,  RJ Lino karena pejabat itu tidak mampu mengelola BUMN ini dan mengakibatkan munculnya kerusuhan d kompleks pemakaman Mbah Priok beberapa waktu lalu.

“Kami mengusulkan  kepada Bapak Menteri untuk meninjau  kembali kepemimpinan (memecat, red) PT Pelindo II,” kata Ketua Ginsi, Amirudin Saud, Rabu (5/5) saat mengutip isi suratnya kepada  Mustafa Abubakar.

Amirudin Saud  mengatakan  para anggota direksi BUMN termasuk Pelindo II seharusnya benar-benar merupakan orang yang berpengalaman. Dicontohkan, seorang pejabat Pelindo sebaiknya pernah  menduduki berbagai jabatan mulai dari bawah misalnya penempatan di pelabuhan di Padang, Pontianak hingga Jakarta.

Dengan memiliki pengalaman yang beraneka ragam maka jika nantinya ditunjuk menjadi direktur utama maka sudah tidak diragukan lagi kemampuannya..

“Dengan memiliki dan menguasai aspek manajerial dari tingkatan paling bawah maka nantinya dia sudah menjadi  manajer yang handal di salah satu pelabuhan  yang secara operasional berada dibawah Pelindo II,” katanya.

Ginsi telah mengirim  tembusan surat  ini  ke berbagai pihak mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Perhubungan Freddy umberi Komisi V DPR hingga Komnas HAM.

Amirudin mengatakan pengangkatan  RJ Lino  menjadi Direktur Utama Pelindo II mengandung unsur KKN karena   pengalamannya yang belum memadai.  Kerusuhan di malam mbah Priok  telah mengakibatkan tiga anggota Satpol PP tewas serta ratusan warga serta anggota Satpol PP terluka.

ant/rif

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…