Rabu, 5 Mei 2010 15:27 WIB News Share :

Dana PNPM diduga diselewengkan BKM

Salatiga (Espos)–Dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri 2009 tahap II di Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo senilai Rp 58 juta diduga dipotong oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Mekar Makmur senilai Rp 1,8 juta. Alasannya, untuk biaya administrasi berupa pembuatan papan nama proyek dan laporan pertanggungjawaban.

Namun hingga proyek selesai, papan nama proyek itu tak pernah dipasang. Sejumlah warga dan panita kegiatan menaruh curiga dana tersebut diselewengkan.

Seperti diungkapkan salah satu panitia kegiatan PNPM RW VI Kampung Sembir, Kelurahan Bugel, Masal Guru Singa, 40, tahun lalu kelurahannya memperoleh dana PNPM senilai total Rp 150 juta (tahap I dan II). Dana sebesar itu, 70 persen diantaranya digunakan untuk pembangunan sarana infrastruktur (fisik) sisanya untuk pemberdayaan masyarakat dan administrasi.

Sementara dana Rp 58 juta yang dikucurkan pada tahap II tersebut digunakan untuk membiayai sembilan proyek kegiatan pembangunan sarana infrastruktur di enam RW. Di RW VI, dana PNPM sebesar Rp 6,3 juta digunakan untuk membiaya proyek betonisasi. Masing-masing dana proyek dipotong Rp 200.000.

“Alasannya untuk biaya administrasi salah satunya pemasangan ‘plang’ (papan nama) proyek namun sampai sekarang proyek itu sudah selesai, ‘plang itu’ tidak ada,” jelas Masal saat dihubungi Espos, Rabu (5/5).

Masal menambahkan, dugaan penyimpangan dana PNPM tidak terjadi tahun lalu saja. Namun pada tahun 2008 pun diduga ada penyimpangan, yakni saat kampungnya mendapat dana Rp 13 juta untuk pembangunan jaringan air bersih. Ketika itu, masing-masing warga masih dikenai pungutan Rp 80.000 guna penyambungan pipa air oleh pelaksana kegiatan. Padahal, seharusnya dana PNPM tersebut sudah mencukupi seluruh kebutuhan kegiatan.

Masal mengaku akan menindakanjuti dugaan penyimpangan dana PNPM ini dengan melaporkannnya ke kejaksaan.

Sementara itu, Ketua Forum BKM Mekar Makmur, Toha Maksum hingga kemarin belum bisa dikonfirmasi. Saat hendak ditemui di kediamannya, Toha sedang tidak berada di tempat.

kha

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…