Rabu, 5 Mei 2010 13:52 WIB News Share :

Banyak Film asal-asalan, Riri Riza minta masyarakat cerdas

Jakarta-– Kondisi film Indonesia memprihatinkan dengan maraknya film asal-asalan. Banyak film horor berbau erotis beredar di bioskop. Masyarakat harus cerdas memilih film yang akan ditontonnya.

“Ya masyarakat kan boleh memilih, mau menonton film-film tersebut atau tidak, masyarakat harus bisa cerdas dalam memilih tontonan,” kata sutradara Riri Riza kepada detikhot, Rabu (5/5).

Bagi Riri, film sebenarnya menggambarkan kondisi masyarakat sehari-hari. Bila para pembuat film lebih suka mencari keuntungan dengan membuat film seronok, masyarakat sebaiknya tidak usah menontonnya.

Sutradara ‘Laskar Pelangi’ itu pun lantas meminta peran pemerintah atas maraknya film seronok di bawah standar kualitas. Sebagai pembuat film, sutradara berkacamata itu akan berusaha membuat film yang memberi kontribusi positif.

“Pemerintah kan punya Direktur Perfilman, Departemen Seni dan Budaya, kontribusi mereka yang lebih berperan dalam hal ini,” tegas Riri.

Ketua Festival Film Indonesia (FFI) Niniek L Karim, Selasa (4/5/2010) kemarin meminta agar dilakukan kontrol atas film yang dibuat asal-asalan. Hal ini untuk meminimalisasi beredarnya film seronok yang tidak mendidik.

“Yang harus kita kontrol mungkin adalah pembuatan film secara asal-asalan, maksud saya kecenderungan seperti itu lebih baik dikontrol,” kata Niniek.

dtc/tya

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…