Selasa, 4 Mei 2010 15:22 WIB News Share :

KPK kantongi info keberadaan Nunun di Singapura

Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku telah mengantongi informasi soal keberadaan Nunun Nurbaetie Daradjatun di Singapura. “Informasi terakhir, rumah sakit yang dikabarkan merawat Nunun ternyata bukan Mount Elizabeth,” kata juru bicara Komisi, Johan Budi SP, di kantornya Senin (3/5).

Namun Johan merahasiakan detail informasi yang diperoleh para penyidik. Ia menjelaskan, Komisi belum mengirim tim untuk “menjemput” Nunun di Negeri Singa. “Tim secara resmi belum ke Singapura,” ujarnya.

Padahal selama ini para pengacara Nunun selalu mengatakan bahwa kliennya itu menderita penyakit lupa berat dan kini tengah dirawat di Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Dengan alasan itu pula Nunun selalu absen ketika berulang kali dipanggil untuk bersaksi di sidang kasus suap cek pelawat dalam pemilihan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.

Sampai kemarin pun, Partahi Sihombing, salah satu pengacara Nunun, tetap kukuh menyatakan hingga kini kliennya berobat jalan di Mount Elizabeth Hospital. “Masak KPK tidak percaya,” kata Partahi saat dihubungi Tempo. “Kami juga sudah melampirkan keterangan dari dokter di Mount Elizabeth saat klien saya tidak bisa menghadiri sidang,” Partahi melanjutkan.

Menanggapi adanya informasi yang berbeda di tangan para penyidik, Partahi mengatakan timnya menyerahkan soal itu kepada Komisi. “Kami juga tidak ingin ikut campur. Biarkan KPK bekerja,” ujarnya.

Hingga kini persidangan atas empat terdakwa dalam kasus ini masih berjalan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Mereka yang jadi terdakwa adalah para anggota Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat periode 2004-2009, yakni Dudhie Makmun Murod, Udju Djuhaeri, Endin Soefihara, dan Hamka Yandhu.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…