Selasa, 4 Mei 2010 16:35 WIB News,Ekonomi Share :

Kenaikan TDL turunkan daya saing produk RI

Jakarta--Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) yang direncanakan akan segera diberlakukan, berpotensi menurunkan daya saing produk Indonesia di era pasar bebas.

“Kenaikan TDL akan mengakibatkan daya saing produk Indonesia mundur satu langkah lagi,” kata Ketua Kadin Indonesia Komite Singapura, Iwan D Hanafi, di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, kenaikan TDL meski rencananya akan diberlakukan dengan sejumlah ketentuan (termasuk tidak akan ada kenaikan bagi pelanggan PLN berdaya 450 VA dan 900 VA) tetap saja akan berdampak terhadap biaya produksi. Kenaikan TDL, menurut dia, akan menyebabkan biaya produksi membengkak sehingga mau tidak mau harga produk akan menjadi lebih mahal.

“Ekspektasinya, jangan naik demi menjaga daya saing atau competitivness produk kita dari sisi harga,” katanya.

Pemerintah dan Komisi VII DPR RI masih akan membahas skema kenaikan TDL (Tarif Dasar Listrik), setelah Badan Anggaran DPR RI memangkas subsidi listrik sebesar Rp1 Triliun dari yang diajukan.

Komisi VII sebelumnya menyepakati pengajuan subsidi listrik sebesar Rp56,15 triliun, namun dalam Rapat Paripurna DPR RI, Senin (3/5) yang ditetapkan adalah Rp55,106 triliun. Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10 persen per Juli 2010 diusulkan pemerintah untuk menekan biaya subsidi untuk penggunaan energi itu.

Kenaikan TDL kemungkinan akan diberlakukan bagi pelanggan listrik berdaya 1.300 VA ke atas, sementara pelanggan PLN berdaya 450 dan 900 VA tidak terkena ketetapan kenaikan itu. Skema tersebut baru merupakan simulasi untuk menutupi kekurangan subsidi listrik sebesar Rp4,8 triliun.

Pemerintah sebelumnya mengusulkan kenaikan TDL rata-rata sebesar 15 persen per Juli 2010. Sesuai skenario tersebut, terdapat pengurangan subsidi listrik sebesar Rp7,29 triliun. Namun, DPR keberatan dengan rencana pemerintah tersebut.

DPR akhirnya menyetujui tambahan subsidi dalam RAPBN Perubahan 2010 sebesar Rp2,4 triliun atau totalnya menjadi Rp56,15 triliun. Guna menutupi kekurangan subsidi Rp4,8 triliun, maka akan dilakukan kenaikan TDL. Kenaikan TDL sudah tidak terelakkan menyusul kekurangan pasokan gas yang dihadapi PT PLN (Persero).

Ant/tya

lowongan pekerjaan
Bengkel Bubut, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…