Selasa, 4 Mei 2010 13:07 WIB News Share :

Kapolres Buru
3 Warga yang ditangkap bukan teroris

Ambon— Kapolres Pulau Buru, AKBP Djoko Susilo, mengklarifikasi pernyataannya terkait penangkapan tiga warga yang diduga teroris di Desa Waikoli, Kecamatan Waisama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, Senin (3/5) kemarin. Menurutnya, ketiga warga tersebut bukan teroris.

“Dari hasil pemeriksaan, warga berinisial K alias B, bukan teroris. Dia hanya ditangkap gara-gara memiliki satu buah senjata organik dan sejumlah amunisi. Dua warga yang diperiksa sebagai saksi juga bukan teroris,” tegas Djoko, Selasa (4/5).

Menurutnya, senjata yang dimilikinya berjenis jenggel dan amunisi sebanyak 10 butir. Djoko menambahkan, awalnya informasi yang beredar ke pihaknya ada teroris yang mendiami Pulau Buru. Pihaknya kemudian mengontak tim Densus 88 Polda Maluku.

“Mereka kemudian kami tangkap. Dari hasil pemeriksaan semalam hingga pagi ini, mereka hanya warga biasa dan bukan teroris,” ujar mantan Kabid Humas Polda Maluku ini.

DariĀ  hasil pemeriksaan, kata Djoko, yang bersangkutan mengaku senjata organik tersebut ditemukan tiga bulan lalu, saat hendak membersihkan kebunnya. Kendati demikian, yang bersangkutan akan tetap diproses secara hukum karena memiliki senjata api illegal.

“Dia tidak melaporkan hasil penemuannya dan sengaja menyembunyikan senjata itu. Maka sesuai UU Darurat Pasal 1 ayat 1 tahun 1951, dia akan diancam hukuman seumur hidup,” ujar Djoko.

Sekedar diketahui, ketiga warga ini ditangkap dari hasil penggrebekan di rumah mereka di Desa Waikoli, Kecamatan Waisama Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Setelah ditangkap, ketiganya kemudian di evakuasi ke pos Polisi desa Lena, Kecamatan Waisama, untuk diperiksa lebih lanjut.

“Saat ini warga berinisial K alias B, sudah kami tetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api illegal,” tandas Kapolres.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…