Selasa, 4 Mei 2010 17:51 WIB News Share :

Ical
Cari cara termurah perbaiki Gedung DPR

Jakarta–Rencana renovasi Gedung DPR memunculkan pro dan kontra. Bagi Partai Golkar, bila memang renovasi itu betul-betul dibutuhkan maka segeralah dilakukan.

“Kalau renovasi itu benar diperlukan ya memang harus direnovasi. Keselamatan semua penghuninya sangat penting,” kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, di Kantor Pusat Golkar, Jakarta Barat, Selasa (4/5).

Menurut dia, jangan sampai masyarakat berkutat dalam perdebatan setuju atau tidak setuju renovasi yang memakan biaya Rp 1,8 triliun itu. Hal yang paling penting dan jangan sampai terlewat adalah keselamatan anggota Dewan di dalamnya.

Tetapi, Aburizal mengimbau agar dana Rp 1,8 triliun itu ditinjau ulang. Apakah memang benar-benar membutuhkan dana sebesar itu?

“Tapi sebelum itu, kita periksa dulu apakah benar dan bagaimana cara memperbaikinya yang paling baik dan yang termurah,” ujar politisi yang biasa disapa Ical ini.

Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie Marzuki juga menyatakan tidak sepakat dengan total anggaran pembangunan gedung sebesar Rp 1,8 triliun. Ia menjelaskan jumlah itu merupakan perencanaan lama yang disusun oleh DPR periode sebelumnya.

Oleh karena itu, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR akan merinci dana itu kembali, sekaligus melakukan langkah penghematan seperti menggandeng konsultan dan pengembang lokal.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…