Selasa, 4 Mei 2010 17:32 WIB Sragen Share :

Dua sekolah di Sragen persiapkan diri menuju RSBI

Sragen (Espos)–Beberapa sekolah di Kabupaten Sragen tengah mempersiapkan diri menuju Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), di antaranya SMPN 2 Sidoharjo dan SMPN 1 Gemolong. Mereka mempersiapkan diri dengan membuka kelas khusus.

Menurut penuturan Kepala SMPN 2 Sidoharjo, Drs H Syamsudin MSi sekolah yang dipimpinnya selama dua tahun itu telah berstatus Sekolah Standar Nasional (SSN) sejak 2005. Namun, seolah tak mau berhenti disitu, Syamsudin berniat meningkatkan SSN menjadi RSBI.

“Seandainya tak ada peningkatan maka akan dianggap pasif. Maka, kami berencana mempersiapkan diri menuju RSBI dengan membuka kelas unggulan. Surat Keputusan (SK) membuka kelas unggulan telah kami terima pada 2009,” ulasnya saat ditemui Espos di kantornya, Selasa (4/5).

Berdasar SK itu, Syamsudin telah membuka dua kelas unggulan sejak 2009 yang masing-masing kelas diisi 32 siswa. Hal yang membedakan kelas unggulan dengan kelas reguler adalah lama waktu belajar. “Kelas unggulan alokasi belajar hingga pukul 15.15 dengan penambahan materi untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, IPA dan TIK,” ujar Syamsudin yang mengaku bersama guru dan karyawan SMPN 2 Sidoharjo mampu membawa sekolah menjadi peringkat tiga Ujian Nasional (UN) tingkat Kabupaten pada 2008/2009 dibanding tahun sebelum pada peringkat 40.

m88

Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…