Selasa, 4 Mei 2010 09:32 WIB News Share :

DPR tak ingin punya gedung asal-asalan

Jakarta–Rencana pembangunan gedung baru DPR senilai Rp 1,8 triliun diklaim bukan untuk memboroskan keuangan negara. Hal tersebut dilakukan untuk membuat gedung baru yang berkualitas dan tidak harus direnovasi setiap tahun.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Ketua DPR Marzuki Alie, Selasa (4/5). “Kita ingin gedung parlemen kita tetap punya nilai setahun ke depan. Kalau kita buatnya asal-asalan, sebentar-sebentar kita pakai uang negara. Saya ingin gedung DPR punya nilai jangka panjang,” katanya.

Menurut politisi Demokrat ini, tidak ada niat dari DPR untuk menghabiskan uang negara. Publik sebaiknya tidak menilai negatif terhadap rencana ini. “Publik jangan salah kaprah seolah gedung DPR tidak punya fungsi untuk negara,” tambahnya.

Dengan gedung baru itu, Marzuki juga berharap ada penambahan tenaga ahli bagi anggota Dewan. Tujuannya, agar kerja proses legislasi tidak tertinggal.

“Di Amerika saja satu anggota dewan dibantu 20 tenaga ahli. Berikutnya saya tanya tempatnya di mana, akhirnya kita berpikir infrastuktur, kita rencanakan grand design gedung baru,” tutupnya.

Gedung baru tersebut nantinya akan menggantikan gedung Nusantara I yang dihuni anggota DPR bersama stafnya. Marzuki sebelumnya menegaskan bahwa gedung baru itu dibangun bukan karena miring tujuh derajat melainkan karena kelebihan kapasitas.

Pernyataan Marzuki ini sekaligus menyangkal informasi sejumlah koleganya yang menyatakan gedung Nusantara I miring.

dtc/ tiw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…