Selasa, 4 Mei 2010 11:43 WIB News Share :

Diduga beredar, ribuan akte nikah-cerai palsu

Ciamis–Pengadilan Agama Negeri Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menyatakan hingga kini ribuan akta cerai berikut akta nikah palsu diduga masih beredar di wilayah Ciamis.

Hal ini berdasarkan keterangan salah satu tersangka pemalsuan akta cerai dan nikah, Ade Mamat, 44, warga Cisaga, Ciamis kepada polisi pada saat penyidikan beberapa waktu lalu.

Bahkan kasusnya kini sudah menginjak di pengadilan Negeri untuk diproses secara hukum. “Yang saya dengar dari tersangka seperti itu, jumlahnya diduga masih ribuan yang beredar,” ujar juru bicara Humas Pangadilan Negeri Agama kabupaten Ciamis, Anang Permana, Selasa (4/5).

Anang menjelaskan, kasus ini mulai terbongkar berkat laporan Oyo, salah seorang warga Ciamis. Ia mengaku janggal atas proses cerai yang tengah diurusnya. Sebab proses cerainya baru akan didaftarkan ke pengadilan agama namun akta cerai malah sudah di pegang oleh istrinya.

“Awalnya dari laporan warga itu. Proses sidang di pengadilannya belum ada, tapi akta cerainya malah sudah keluar, ” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Ciamis, Ajun Komisaris Agus Gustiaman dalam keterangannya, Selasa, mengatakan berbekal laporan Oyo, yang melaporkan kasus pemalsuan akta cerai yang tengah diurusnya Januari 2010, kepolisian akhirnya memperoleh data bahwa pemalsuan akta cerai dan nikah tersebut dilakukan secara berkelompok.

Awalnya polisi menangkap Ade Mamat ,44, warga Cisaga yang bertugas memproses perceraian warga. Kemudian dari keterangan Mamat diperoleh informasi bila blanko palsu tersebut diperoleh dari Budi. Sementara Supriyadi ,38, warga Majalengka, yang bertugas sebagai makelar blanko palsu.

“Dalam keterangannya sejak 2007 sudah 3.000 buku nikah serta 600 akta cerai palsu yang ia pesan,” ujar Agus. Kini atas penjelasan dari beberapa tersangka yang ditangkap, lembaganya akan terus melakukan penyidikan di lapangan.

Termasuk mencari modus lain yang erat hubungannya dengan beberadarnya akta cerai dan nikah di wilayah Ciamis. “Kita akan terus penyidikan terhadap kasus ini,” ujarnya.

tempointersktif/ tiw

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…