Selasa, 4 Mei 2010 14:24 WIB News Share :

Aktivitas Rinjani kian meningkat

Mataram–Aktivitas Gunung Barujari anak Gunung Rinjani di Pulau Lombok pada ketinggian 3.726 di atas permukaan laut semakin meningkat dalam sepekan terakhir. Hingga Selasa (4/5) siang, abu letusan telah menyebar dan menutup areal dalam radius 13 kilometer dari pusat letusan.

Akibat tertutup abu, jarak pandang menjadi terbatas. Namun aktivitas pendakian belum ditutup, meski larangan ke puncak diberlakukan. Petugas pemantau gunung api Rinjani di Sembalun, Lombok Timur, Mutaharlin mengatakan rata-rata dalam sehari terjadi enam letusan.

“Rata-rata dalam sehari, terjadi enam letusan. Dominan adalah letusan material,” ujarnya melalui telepon. Pagi tadi, letusan Rinjani kata Mutahar berupa asap hitam pekat menggumpal, membumbung setinggai 1.200 meter dari pusat letusan. Abu letusan bahkan sudah mencapai kawasan pemukiman penduduk di Sembalun, Lombok Timur dan Desa Wisata Senaru, Lombok Utara.

Belum ada peringatan dari otoritas pemerintah daerah setempat. Padahal kata Mutahar, sebaran abu itu sudah masuk kategori membahayakan pernapasan.

“Abu letusan mengarah ke timur dan barat. Tapi dominan ke arah utara. Sudah mencapai pemukiman penduduk di Senaru dan di Sembalun. Jarak pandang terbatas, karena selain abu, kabut tebal biasanya juga turun, terutama pada pagi hari,” kata Mutahar.

Ia mengatakan, abu letusan membahayakan pernapasan karena abu letusan itu mirip seperti pecahan kaca dalam ukuran yang kecil. Penduduk di kaki Rinjani diimbau meningkatkan kewaspadaan tinggi, dan bila perlu memakai masker.

Rinjani sudah meletus sejak awal Mei tahun lalu. Sejak itu, status gunung api ini dinyatawan waspada (level II). “Tidak menutup kemungkinan aktivitas gunung api ini akan terus meningkat,” kata Mutahar.

Sejak terjadi letusan pada kerucut Gunung Barujari setahun lalu, hingga kini letusan masih terus berlangsung. Karakter umum letusan adalah letusan abu disertai asap dan semburan lava pijar.

Panas yang ditimbulkan letusan, telah menyababkan tanaman pertanian di sekitar gunung tumbuh kerdil. Produktivitas panen tanaman milik warga juga menurun.

dtc/ tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…