Selasa, 4 Mei 2010 20:11 WIB Issue Share :

3 Maestro pencipta lagu terima royalti

Solo (Espos)–Dalam kondisi yang lemah, maestro keroncong Gesang Martohartono tetap menghadiri acara pemberian royalti oleh PT Penerbit Karya Musik Pertiwi (PMP Publishing) yang memegang kuasa karya cipta atas lagunya, di Che-eS Resto, Manahan, Solo, Selasa (4/5) sore.

Hasil yang diterima pencipta lagu Bengawan Solo senilai Rp 34.426.943,58 (belum dipotong pph dan fee) tersebut merupakan royalti dari penjualan lagu-lagu Gesang di dalam dan luar negeri pada periode Juli-Desember 2009.

Selain itu, PT PMP juga menyerahkan royalti pada ahli waris pencipta lagu Bagimu Negeri, Kusbini dan ahli waris WR Supratman. Secara simbolis royalti senilai Rp 28.612.747,02 (belum dipotong PPH dan fee) kepada ahli waris Kusbini, diwakili cucunya Titi Sad Ksvara. Sedangkan royalti kepada ahli waris WR Supratman diwakili cucunya,  Budi Harry, dengan jumlah Rp 5.000.000 (belum termasuk pemotongan PPH dan fee).

Lagu Gesang, seperti Bengawan Solo, Jembatan Merah, dan Tembok Besar memang masih diminati publik macanegara. Terutama masyarakat di Jepang, Singapura, Belanda, dan Malaysia.

Sedangkan royalti yang diterima ahli waris Kusbini merupakan hasil penjualan lagu Bagimu Negeri dan <I>Keroncong Moresko<I> pada periode Juli-Desember 2009. Sementara royalti yang diterima ahli waris WR Supratman merupakan hasil dari royalti lagu Ibu Kita Kartini yang pernah dipakai iklan sepeda motor matic beberapa waktu lalu.

hkt

lowongan pekerjaan
PT. JATIM BROMO STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…