Senin, 3 Mei 2010 13:46 WIB News Share :

Sri Mulyani hadir, PDI Perjuangan walk out

Jakarta— Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan (FPDIP) memutuskan untuk walk out atau meninggalkan ruang sidang paripurna Rapat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2010 lantaran kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mewakili pemerintah di gedung DPR, Senin (3/5).

Menurut pandangan Fraksi PDI Perjuangan, keputusan DPR mengenai keterlibatan Sri Mulyani dalam kasus kucuran dana talangan Century menyebabkan dia tak pantas hadir dalam sidang tersebut. “Karena fraksi berbeda pandangan dengan sidang, maka kami memutuskan walk out,” kata Bambang Wuryanto, salah seorang anggota Fraksi PDI Perjuangan.

Sebelumnya, anggota PDI Perjuangan lain, Aria Bima, meminta sidang yang dipimpin Anis Matta itu untuk memutuskan wakil pemerintah dalam menetapkan wakilnya pada sidang Rancangan APBN Perubahan 2010. Dia berpendapat, karena telah ada peristiwa politik maka demi kewibawaan DPR dan pemerintah, Dewan tidak bisa menganulir keputusannnya sendiri.

“Kehadiran Menteri Kuangan dalam sidang yang diputuskan dalam hak angket; pimpinan putuskan Menteri Koordinator Perekonomian mewakili pemerintah,” ujar dia.

Namun, dukungan terhadap pemerintah disuarakan oleh wakil Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul. “Kita negara yang berdasarkan presumption of innocence (asas praduga tak bersalah; red). Jangan sok, mentang-mentang,” kata Ruhut sembari berteriak.

Anis Matta sebagai pimpinan sidang berpendapat, kehadiran Menteri Keuangan atas undangan Dewan yang diputuskan dalam Badan Musyawarah DPR. Karena diwakili semua fraksi, kata dia, kekuatan Badan Musyawarah secara legal sangat kuat dan DPR tidak punya alasan legal untuk tak menghadirkan Menteri Keuangan karena kasus Century.

“Kasus masih dalam proses dan tidak ada status hukum apa pun. Kita bisa melanjutkan rapat paripurna,” katanya.

Rapat paripurna yang dimulai pada sekitar pukul 10.30 itu belum sempat mendengarkan laporan Ketua Badan Anggaran Harry Azhar Azis mengenai Rancangan APBN Perubahan 2010. Anis memutuskan rapat diskors untuk lobi dan pengambilan keputusan dalam waktu yang tak dapat ditentukan.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
garment, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…