Senin, 3 Mei 2010 19:34 WIB Pilkada,Boyolali Share :

PG minta intimidasi di Pilkada dihentikan

Boyolali (Espos)--Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono mengatakan Partai Golkar meminta agar intimidasi kepada kandidat kepala daerah dari Partai Golkar dihentikan. Pasalnya, hal itu telah mencederai demokrasi yang tengah dibangun.

“Kami merasakan ada tindakan-tindakan yang memprihatinkan berupa ancaman dan intimidasi kepada para kandidat. Khususnya kandidat yang diusung Partai Golkar di Tabanan (Bali) dan Boyolali (Jawa Tengah). Aksi premanisme politik ini harus dihentikan,” ujarnya dalam rilis yang diterima Espos, Senin (3/5).

Agung mengatakan, Partai Golkar sangat prihatin dengan semua perubahan yang lebih mengarah pada hal yang negatif itu dalam Pilkada. Apalagi dalam beberapa pilkada yang ada, calon yang diusung Golkar yang menjadi sasaran intimidasi dan premanisme politik.

Ditambahkannya, Partai Golkar telah melaporkannya ke Kapolri untuk ditindaklanjuti. Ia juga meminta agar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) harus bertindak tegas melihat cara-cara provokatif dan intimidatif dari calon yang maju di Pilkada. Sebab, jika hal itu dibiarkan, akan memunculkan kerawanan baru berupa konflik horizontal.

“Kita tidak mau melawan kekerasan dengan kekerasan. Intimidasi dengan intimidasi. Karena itu KPUD dan aparat kepolisian setempat harus bertindak tegas,” pinta Agung.

fid

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…