Senin, 3 Mei 2010 15:58 WIB News Share :

Perampokan, gaji 380 guru terancam mundur

Cirebon–Perampokan sadis di Kota Cirebon, tidak hanya menewaskan dua orang staf UPT Dinas Pendidikan Kota Cirebon. Aksi kejahatan itu juga menyebabkan gaji bulan Mei 380 guru SD (PNS) di lingkungan Dinas Pendidikan wilayah Kecamatan Kesambi, kemungkinan besar tertunda.

Namun demikian, semua guru di Kecamatan Kesambi yang gajinya akan terhambat pada bulan ini, mengaku pasrah dan tidak terlalu memikirkan persoalan itu.

“Kami masih berduka atas meninggalnya kedua teman kami di UPTD tersebut, sehingga tidak terlalu memikirkan soal gaji yang tertunda. Tapi pimpinan kita masih bisa mengusahakan,” ujar Kepala SD Negeri Dukuhsemar, Haryani kepada Wartawan di kamar jenazah RS Gunung Djati, Senin (03/5).

Sementara itu, terkait kejadian yang menyebabkan hilangnya ratusan juta rupiah gaji guru tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Cirebon, Dedi Widiagiri menjelaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon untuk melakukan penggantian atas hilangnya gaji guru dimaksud.

“Kita berkoordinasi dengan Pemkot Cirebon. Penggantian itu jelas ada, hanya saja perlu waktu karena harus melalui prosedur,” kata Dedi.

Sebelumnya, dua PNS Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Senin pagi tadi tewas ditembak perampok di Jalan Sudarsono Kota Cirebon. Para perampok berhasil membawa Rp 529 juta rupiah yang sedianya untuk menggaji para guru sekolah dasar.

dtc/ tiw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…