Senin, 3 Mei 2010 19:37 WIB Sukoharjo Share :

Korban tewas kecelakaan KA vs bus jadi lima orang

Sukoharjo (Espos)–Korban tewas dalam kecelakaan antara Kereta Api Bangun Karta jurusan Jombang-Jakarta dengan Bus Langsung Jaya jurusan Solo-Yogyakarta bertambah satu sehingga total menjadi lima orang.

Sebelumnya, dalam kecelakaan maut yang terjadi di palang perlintasan kereta api Palur, Karanganyar malam lalu, hanya empat orang yang meninggal yaitu kondektur dan kenek Bus Langsung Jaya serta dua orang warga Goresan, Demakan, Mojolaban. Namun demikian, setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) dr Oen Solo Baru, suami Puri Hartanti, Wiranto yang sebelumnya dikabarkan kritis, akhirnya meninggal di RS Senin (3/5) pukul 11.00 WIB.

Supervisor Pelayanan Medis RS dr Oen Solo Baru, dr Ivan Oetomo menjelaskan, Wiranto meninggal kurang lebih pukul 11.00 WIB. “Pasien kali pertama datang ke RS sudah dalam kondisi kritis. Jadi meski mendapat perawatan intensif, pasien sudah tidak bisa tertolong,” jelasnya.

Penyebab kematian Wiranto, menurut Ivan, ditengarai akibat pendarahan hebat yang terjadi lantaran patah tulang terbuka. “Lengan bagian atas kanan patah dan mengakibatkan pendarahan hebat. Kemungkinan pendarahan ini yang menyebabkan kematiannya,” jelas Ivan.

Disinggung apakah sempat dilakukan operasi kepada yang bersangkutan, Ivan menjelaskan, belum. Pasalnya, syarat untuk operasi adalah kestabilan fisik. Sebaliknya, ketika kondisi fisik yang bersangkutan diperiksa, tekanan darahnya terus menurun.

“Kami sudah memberi bantuan berkantong-kantong darah, namun tetap tidak tertolong. Bahkan kami kemarin juga sempat membantu pernapasan meski hal itu ternyata juga tidak banyak membantu,” tandas dia.

Kakak ipar Wiranto, Suyanto ketika dijumpai di RS mengatakan, siap mengambil jenazah adiknya. “Kami memang mendapat kabar dari RS kalau adik kami akhirnya meninggal. Jadi kedatangan kami ke sini untuk mengambil jenazah,” tandasnya.

aps

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…